Macan Tutul Nyasar Masuk Sekolah di India, Lukai 6 Orang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim dokter hewan, menembakkan obat bius pada seekor macan tutul jantan yang bersembunyi disebuah kamar tidur di perumahan warga di Guwahati, India, 7 Januari 2015. (AP Photo)

    Tim dokter hewan, menembakkan obat bius pada seekor macan tutul jantan yang bersembunyi disebuah kamar tidur di perumahan warga di Guwahati, India, 7 Januari 2015. (AP Photo)

    TEMPO.COJakarta - Seekor macan tutul jantan masuk ke sekolah Vibgyor Internasional di Kota Bangalore, India dan melukai enam orang yang mencoba menangkap hewan tersebut, termasuk ilmuwan, pegawai Kementerian Kehutanan, dan juru kamera TV. 

    Seperti dikutip dari laman BBC, Senin, 8 Februari 2016, macan tutul berumur delapan tahun itu terlihat berjalan di dalam sekolah di daerah Kundalahalli. Rekaman di kamera keamanan sekolah menunjukkan hewan itu menyerang seorang pria di dekat kolam renang.

    Ahli konservasi, Sanjay Gubbi, dan pegawai Kementerian Kehutanan, Benny Mauritius, berupaya menangkap satwa liar tersebut. Keduanya terluka setelah berjuang selama 10 jam. 

    "Ini adalah perjuangan panjang menangkap macan tutul. Meskipun disuntik dengan zat penenang, hewan itu baru bisa ditangkap pukul 20.15 waktu setempat ketika obat tersebut mulai bekerja penuh," kata pejabat senior polisi Boralingaiah.

    Petugas Taman, Ravi Ralph, mengatakan kepada wartawan BBC bahwa macan tutul mungkin tersesat ke sekolah dari hutan kecil yang terletak tidak jauh dari sekolah.

    Sensus satwa liar baru-baru ini memperkirakan India memiliki populasi macan tutul antara 12 ribu hingga 14 ribu ekor.

    Macan tutul dan kucing besar lainnya telah dikenal sering tersasar ke permukiman penduduk. Ahli konservasi memperingatkan bahwa konflik dapat meningkat karena manusia melanggar batas habitat hewan.

    BBC.COM | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.