WHO Tetapkan Darurat Internasional Virus Zika  

Reporter

Seorang petugas melakukan penyemprotan obat guna membasmi jentik nyamuk Aedes Aegpty yang menyebarkan virus Zika di Buenos Aires, Argentina, 27 Januari 2016. Diketahui ribuan ibu hamil melahirkan anak cacat karena terjangkit virus Zika. (AP Photo)

TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai penyakit yang berkaitan dengan virus Zika di Amerika Latin telah menimbulkan keadaan darurat kesehatan bagi masyarakat. Karena itu, WHO mengumumkan status darurat kesehatan internasional. Pengumuman dikeluarkan setelah penyakit, yang dikaitkan dengan ribuan kelahiran cacat di Brasil, itu menyebar dengan cepat. Zika disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus tersebut.

Para ahli khawatir virus dapat menyebar cepat dengan konsekuensi yang sangat buruk. Bahkan virus tersebut telah menyerang ribuan bayi dengan otak terbelakang.

Direktur Jenderal WHO Margaret Chan pada Senin, 1 Februari 2016 waktu Jenewa, mengatakan, meskipun respons internasional diperlukan, larangan bepergian atau berdagang tidak dibutuhkan. Dia juga menyebut Zika sebagai "peristiwa luar biasa".

"Sekarang saya umumkan bahwa kluster microcephaly baru-baru ini dan abnormalitas neurologis yang dilaporkan di Amerika Latin, menyusul kluster serupa di Polynesia Prancis pada 2014 sebagai perhatian darurat kesehatan publik internasional," ujarnya  seperti dikutip BBC.

Chan menuturkan, prioritas saat ini adalah melindungi wanita hamil dan bayi mereka. Selain itu, mengontrol nyamuk yang menyebarkan virus Zika.

Hingga saat ini, lebih dari 20 negara, termasuk Brasil, telah melaporkan kasus Zika. Sebagian besar infeksi yang terjadi ringan, bahkan tanpa gejala, meskipun ada laporan terjadigangguan kelumpuhan yang disebut sindrom Guillain-Barre.

Ancaman terbesar diyakini terjadi pada kehamilan hingga ke janin yang belum lahir. Ada sekitar 4.000 kasus microcephaly—bayi yang lahir dengan otak kecil—di Brasil sejak Oktober lalu.


ABDUL AZIS | BBC NEWS






Inilah 5 Infeksi Penyebab Bayi Cacat Lahir

3 Oktober 2022

Inilah 5 Infeksi Penyebab Bayi Cacat Lahir

Deteksi dini infeksi sangatlah penting bagi ibu hamil. Pasalnya, ada lima infeksi berbahaya selama kehamilan yang bisa menjadi faktor penyebab bayi lahir dalam kondisi cacat.


5 Fakta Unik Nyamuk, Si Kecil yang Mematikan

11 Agustus 2022

5 Fakta Unik Nyamuk, Si Kecil yang Mematikan

Berikut beberapa fakta unik serangga nyamuk. Nomor 4 dijelaskan sebagai hewan paling mematikan di dunia.


4 Penyakit yang Pernah Ditetapkan Darurat Kesehatan Global

27 Juli 2022

4 Penyakit yang Pernah Ditetapkan Darurat Kesehatan Global

WHO menetapkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global. Penetapan ini bukanlah kali pertama.


Pasien Covid-19 Jakarta Naik 735 Orang

20 Juni 2022

Pasien Covid-19 Jakarta Naik 735 Orang

Pasien Covid-19 Jakarta naik lagi sebanyak 735 orang per kemarin.


Kualitas Udara Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat, 27,4 Kali Pedoman WHO

20 Juni 2022

Kualitas Udara Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat, 27,4 Kali Pedoman WHO

Kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat karena konsentrasi PM2.5 saat ini 27,4 kali dari nilai pedoman WHO.


Pasien Covid-19 Jakarta Hari Ini Bertambah 314 Orang

11 Juni 2022

Pasien Covid-19 Jakarta Hari Ini Bertambah 314 Orang

Pasien Covid-19 Jakarta hari ini bertambah 314 orang. Hasil ini didapati setelah melakukan tes PCR terhadap 8.057 spesimen.


Pekan Kedua Juni, Vaksin Merah Putih Masuk Uji Klinis Fase Ketiga

31 Mei 2022

Pekan Kedua Juni, Vaksin Merah Putih Masuk Uji Klinis Fase Ketiga

Penny menjelaskan penyelesaian tahap uji coba fase ketiga Vaksin Merah Putih bisa lebih cepat dari perkiraan sebelumnnya.


Wabah Demam Berdarah Maut Serang Irak, Penderita Tewas Kehabisan Darah

29 Mei 2022

Wabah Demam Berdarah Maut Serang Irak, Penderita Tewas Kehabisan Darah

WHO melaporkan Irak kini tengah menghadapi wabah demam berdarah Krimea-Kongo yang berdampak fatal, dapat menyebabkan penderita tewas kehabisan darah


Kasus Hepatitis Akut: Dunia 170 Kasus 1 Meninggal, Indonesia 3 Kasus 3 Meninggal

5 Mei 2022

Kasus Hepatitis Akut: Dunia 170 Kasus 1 Meninggal, Indonesia 3 Kasus 3 Meninggal

World Health Organization atau WHO mempublikasikan penyakit hepatitis akut berat ini sebagai kejadian luar biasa atau KLB.


Kasus Hepatitis Berat Misterius Ditemukan di Singapura, Pasien Usia 10 Bulan

1 Mei 2022

Kasus Hepatitis Berat Misterius Ditemukan di Singapura, Pasien Usia 10 Bulan

Pasien yang mengidap hepatitis misterius di Singapura ini sudah menjalani tes empat jenis hepatitis, namun semua hasilnya negatif.