Kunjungi Italia, Rouhani Tak Minta Patung Telanjang Ditutup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Iran, Hassan Rouhani berbicara dengan PM Italia Matteo Renzi, saat melakukan pertemuan di istana Campidoglio, Roma, Italia, 25 Januari 2016. REUTERS/Alessandro Bianchi

    Presiden Iran, Hassan Rouhani berbicara dengan PM Italia Matteo Renzi, saat melakukan pertemuan di istana Campidoglio, Roma, Italia, 25 Januari 2016. REUTERS/Alessandro Bianchi

    TEMPO.CO, Teheran - Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengatakan, iran tidak mengajukan permintaan khusus kepada pejabat museum Roma menutup patung-patung telanjang, namun dirinya sangat menghargai sambutan yang diterimanya.

    Rouhani tertawa saat ditanya wartawan soal penutupan patung-patung telanjang yang menjadi headline media di dunia pada tiga hari kunjungannya yang berakhir pada, Rabu, 27 Januari 2016, di Italia. Bahkan politisi italia mengencam sikap pejabat museum Italia karena dianggap sebagai "penundukan budaya" Italia.

    "Iran tidak mengajuka permintaan khusus menutup patung telanjang itu. Dari pihak kami pun tidak pernah melakukan kontak dengan pejabat museum," ucap Presiden Rouhani kepada wartawan.

    Namun, dia menambahkan, "Saya tahu bahwa rakyat Italia sangat senang menjamu tamu, sebuah masyarakat yang berusaha melakukan hal terbaik bagi tamu mereka. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas semua itu."

    Presiden Iran juga mengatakan kepada wartawan pada Rabu, 27 januari 2016, kebebasan berekspresi tidak berarti menafikan keimanan masyarakat. Dia melanjutkan, dirinya dan Paus membicarakan masalah itu di Vatikan, Selasa, 26 Januari 2016.
    "Kebebasan berpendapat bukan berarti masyarakat dengan seenaknya melakukan apa yang mereka inginkan."

    Pernyuataan Rouhan itu disampaikan beberapa jam sebelum tiba di Paris, Prancis, untuk melakukan kunjungan kenegaraan berikutnya di Eropa.

    AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.