ISIS akan Menculik Turis Rusia di Turki

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan tengah berfoto di gondola, Nevsehir, Cappadocia, Turki. Gondola merupakan tempat untuk para penumpang balon berada. Untuk dapat menikmati wisata tur ini diperlukan biaya sebesar 2,7 juta rupiah, dan wisata ini merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Turki, 23 Desember 2014. Murat Oner Tas/Anadolu Agency/Getty Images.

    Wisatawan tengah berfoto di gondola, Nevsehir, Cappadocia, Turki. Gondola merupakan tempat untuk para penumpang balon berada. Untuk dapat menikmati wisata tur ini diperlukan biaya sebesar 2,7 juta rupiah, dan wisata ini merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Turki, 23 Desember 2014. Murat Oner Tas/Anadolu Agency/Getty Images.

    TEMPO.CO, Moskow - Badan Wisata Federal Rusia, Rabu, 27 Januari 2016, mengeluarkan peringatan bahwa Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) merencanakan menculik warga negara Rusia di Turki.

    "Menurut lembaga berkompeten, para pemimpin kelompok teroris ISIS punya rencana menyandera warga Rusia yang ada di Turki," bunyi kutipan siaran pers Badan Wisata Rusia yang diterima media massa.

    "Para korban penyanderaan itu selanjutnya akan dibawa ke teritorial yang mereka kuasai untuk dieksekusi di depan publik dan menggunakannya sebagai tameng manusia dalam perang melawan pasukan pemerintah Suriah dan koalisi."

    Turki telah dijadikan kunjungan wisata nomor satu bagi warga Rusia selama bertahun-tahun, namun situasinya kini mendadak berakhir menyusul penemkan pesawat militer Rusia oleh Turki di perbatasan Suriah-Turki pada November 2015.

    Peringatan yang disampaikan oleh Badan Wisata itu terutama ditujukan terhadap sisa-sisa warga Rusia yang masih berada di Turki. Untuk mencegah warga Rusia mengunjungi Turki, pemerintah melarang agen perjalan memberangkatkan wisatawan ke Turki.

    AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.