Ini Penyebab Terhempasnya Kapal Pembawa Imigran Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konjen RI Johor Bahru Taufiqur Rijal (kanan) menyerahkan bingkisan makanan kepada TKI yang dipulangkan dari Johor Bahru menuju Tanjung Pinang. Dokumentasi KJRI Johor Bahru

    Konjen RI Johor Bahru Taufiqur Rijal (kanan) menyerahkan bingkisan makanan kepada TKI yang dipulangkan dari Johor Bahru menuju Tanjung Pinang. Dokumentasi KJRI Johor Bahru

    TEMPO.CO, Johor Baru - Polisi Malaysia berhasil menemukan 13 mayat imigran gelap asal Indonesia yang terdampar di pantai sebelah selatan negara bagian Joho, Selasa, 26 Januari 2015. "Para imigran itu rencananya ingin pulang ke Indonesia. Namun gelombang yang kuat dari Bandar Penawar, dekat Kota Tinggi, telah menghempaskan kapal mereka," kata Kepala Polisi Daerah Kota Tinggi Rahmat Othman.

    Polisi Malaysia segera melakukan operasi pencarian dan penyelamatan yang melibatkan 16 personel polisi laut dan tujuh personel polisi.

    Kepada Channel News Asia, Rahmat mengatakan polisi akan melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan sampai semua korban ditemukan. "Mayat terdiri atas sembilan perempuan dan empat laki-laki, ditemukan terdampar pukul 8.40 dan dikirim ke rumah sakit setempat," kata Rahmat.

    Pihak Kepolisian memperkirakan perahu terbalik sebelum fajar. Rahmat mengatakan kapal itu diyakini membawa 30-35 orang.

    Baca:  Kapal Terbalik, Malaysia Temukan 13 Mayat Warga Indonesia  

    Kecelakaan yang menimpa imigran gelap asal Indonesia sering kali terjadi. Banyak warga Indonesia yang berani menantang maut demi bisa bekerja di Malaysia secara ilegal.  

    Deputi Inspektur Jenderal Polisi Noor Rashid Ibrahim mengatakan, "jika mereka berada di perahu yang legal, semua kondisi keamanan akan terpenuhi, tapi ketika mencoba untuk menyeberang secara ilegal, tentu saja berkompromi dengan langkah keamanan ini."

    CHANNEL NEWS ASIA | AL JAZEERA | ARKHELAUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.