Anggotanya Ditangkap, ISIS Ancam Serang Malaysia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memindahkan jenazah korban bom Thamrin asal Kanada, Amir Aouli Taher dari kontainer pendingin ruang instalasi forensik di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, 21 Januari 2016. Rencananya jasad Amir Aouli Taher akan diterbangkan dari Indoensia ke Kanada pada Sabtu (23/1). TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Petugas memindahkan jenazah korban bom Thamrin asal Kanada, Amir Aouli Taher dari kontainer pendingin ruang instalasi forensik di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, 21 Januari 2016. Rencananya jasad Amir Aouli Taher akan diterbangkan dari Indoensia ke Kanada pada Sabtu (23/1). TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Sayap kelompok bersenjata Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Asia Tenggara menyampaikan pesan ancaman balas dendam terhadap pemerintah Malaysia karena negeri itu diangggap melancarkan permusuhan terhadap kaum militan.

    Dalam rekaman video yang diunggah dalam Bahasa Malaysia, Unit ISIS Malaysia-Indonesia atau Khatibah Nusantara berisi ancaman, "Jika Anda menangkap kami, ketahuilah kami bakala meninkatkanserangan namun bila Anda membiarkan kami maka tujuan kami akan semakain dekat yakni berdirinya kekhalifahan (pemerintahan)."

    Siaran video berdurasi kurang lebih satu menit itu secara jelas disampaikan dalam bahasa Malaysia antara lagi juga mendesak rekan seperjuangannya, Al-Shabab, untuk bergabun bersama ISIS.

    Video itu menujukkan salah satu tokoh Khatibah, Abdul Halid Dari, mendesak para angotanya untuk berbaiat kepada pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Bagdadi serta ikut berperang di Suriah bersama militan lainnya, Mohd Nizam Arifin. Abdul Hadi, di siaran tersebut, mengutip hadis rasulullah agar seluruh kaum muslimin di Somalia bergabung ke ISIS.

    Komandan Divisi Anti-Terorisme Cabang Bukit Aman, Komisaris Besar Polisi Datuk Ayuob Khan, mengatakan, ancaman dan menantang langsung pemerinah menujukkan bahwa Khatibah sangat kurang ajar.

    "Siaran vidio itu menunjukkan bahwa ISIS, khususnya kelompok Khatibah, memandang negara kita sekuler," katanya kepada The Star, Ahad, 24 Januari 2016. Dia melanjutkan, Divisi Anti-Teror telah siap menghadapi serangan teror kapanpun, demikian juga intelijen akan mencegah aksi mereka di berbagai tempat di negeri ini.

    Khatibah diyakini memiliki lebih kurang 200 anggota berasal dari Malaysia dan Indonesia. Mereka sedang dalam pencarian aparat keamanan setelah melakukan "misi khusus", termasuk menjadi pelaku bom bunuh diri. Kelompok militan itu pertama kali diendus dua tahun silam oleh intelijen dengan nama majumu'ah al Arkhability.

    Menurut kepolisian Indonesia, Barun Naim, seorang pejaung Khatibah Indonesia, berada di balik berbagai serangan bom dan senjata yangbaru-baru ini dilancarkan di Jakarta.

    THESTAR | CHOIRUL AMINUDDIN  


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.