Penembakan di Kanada, Polisi Menahan Tersangka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PM Kanada, Justin Trudeau, bersama istri Sophie Gregoire-Trudeau, dan anak mereka Xavier dan Ella-Grace dalam pesta Partai Liberal di Ottawa, Kanada, 9 Desember 2015. REUTERS/Chris Wattie

    PM Kanada, Justin Trudeau, bersama istri Sophie Gregoire-Trudeau, dan anak mereka Xavier dan Ella-Grace dalam pesta Partai Liberal di Ottawa, Kanada, 9 Desember 2015. REUTERS/Chris Wattie

    TEMPO.CO, Ottawa - Polisi menahan tersangka penembakan yang menewaskan empat orag di kota kecil sebelah utara Saskatchewan, Kanada.

    Menurut Komisar Besar Polisi Maureen Levy dalam keterangannya kepada media sebagaimana dikutip CNN, Jumat, 23 Januari 2016, petugas kepolisian mendapatkan panggilan telepon pada Jumat petang, 23 Januari 2016, waktu setempat, yang menginformasikan soal insiden penembakan di sebuah sekolah di La Loche.

    Dia menerangkan, petugas selanjutnya menuju La Loche Community School menahan tersangka dan menyita senjatanya. Levy menambahkan, selain di sekolah, polisi juga sedang menyelidiki kawasan yang didiami sekitar 2.600 penduduk.

    "Jantung hati negara hancur,"  ucap Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau usai penembakan.

    Di depan awak media, Levy tidak bersedia menjelaskan detail tersangka maupun korban penembakan, misalnya mengenai apakah para korban itu siswa sekolah tersebut atau jenis senjata yang digunakan menembak  korban. Alasan Levy, proses penyelidikan masih berlangsung.

    "Ini adalah mimpi buruk bagi orang tua," kata Trideua. "Mengerikan, hari tragis."

    Dari laman situs Facebook diperoleh informasi bahwa La Loche Community School adalah sebuah lembaga yang menyediakan pendidikan dari taman kanak-kanak hingga SMA. Lembaga ini memiliki 900 siswa yang ditempatkan di dua gedung.

    "Kata-kata saja tidak cukup untuk menyempaikan kesedihan kami atas peristiwa mengerikan," ucap walikota Saskatchewan, Brad Wall. "Pikiran dan doa kami bagi seluruh korban, keluarga dan sahabt-sahabt mereka, serta seluruh warga masyarakat di sini."

    CNN | CHOIRUL AMINUDDIN

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.