Al-Shabaab Serbu Restoran Pantai, 20 Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengevakuasi sejumlah orang yang tewas akibat sebuah serangan di restoran tepi pantai di Pantai Lido, Somalia, 22 Januari 2016. REUTERS

    Warga mengevakuasi sejumlah orang yang tewas akibat sebuah serangan di restoran tepi pantai di Pantai Lido, Somalia, 22 Januari 2016. REUTERS

    TEMPO.COMogadishu - Pasukan keamanan Somalia berhasil mengakhiri serangan yang dilancarkan kelompok militan Al-Shabaab terhadap restoran di tepi pantai di Ibu Kota Mogadishu, menyebabkan lebih dari 20 orang tewas, Kamis, 21 Januari 2016. 

    "Pasukan keamanan berhasil menguasai keadaan sebelum fajar," kata perwira polisi Kapten Mohamed Hussein di tempat kejadian perkara di Mogadishu, Jumat, 22 Januari 2016. Hussein tidak menjelaskan apakah 20 korban tewas itu termasuk para penyerang atau warga sipil.

    Sejumlah saksi mata mengatakan suara ledakan dan salak senjata api terdengar keras ketika komando pasukan khusus Somalia menyisir dari kamar ke kamar yang diduduki Al-Shabaab, kelompok bersenjata yang bertahan di dalam restoran.

    "Dalam penyerbuan itu, pasukan keamanan berhasil menyelamatkan banyak orang yang terperangkap di aula restoran, tempat pesta berlangsung, yang juga menjadi target serangan militan," kata Hussein.

    Saksi mata lainnya mengatakan para pria bersenjata itu meneriakkan “Allahu Akbar” ketika memasuki rumah makan dari arah pantai. "Mereka secara acak memuntahkan peluru panas ke arah orang-orang yang sedang duduk di dekat pantai sebelum memasuki restoran," kata saksi mata Ahmed Nur, yang sedang berjalan-jalan di sepanjang pantai ketika serangan terjadi.

    Kelompok Islam garis keras Al-Shabaab mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, yang disampaikan melalui radio online pada Kamis, 21 Januari 2016.

    Pekan lalu, Al-Shabaab menyerang pasukan perdamaian asal Kenya di sebelah barat daya Somalia. Menurut organisasi yang berafiliasi terhadap Al-Qaeda ini, pada aksi tersebut mereka membunuh sedikitnya 10 tentara Kenya dan menyita sejumlah senjata serta kendaraan militer. "Pasukan kami tidak ada yang tewas, mereka hanya luka-luka saja," jelas pemerintah Kenya.

    Meskipun mendapat tekanan di berbagai kota besar dan kota-kota kecil di Somalia, Al-Shabaab tetap melanjutkan aksi gerilya mematikan di negeri tanduk Afrika ini. Pasukan Uni Afrika, pejabat pemerintahan, dan warga asing kerap menjadi sasaran serangan.

    ABC NEWS | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.