Populasi Ikan Menurun Lebih dari Setengahnya Sejak 1950  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempat pelelangan ikan. ANTARA/Dedhez Anggara

    Tempat pelelangan ikan. ANTARA/Dedhez Anggara

    TEMPO.CO, Paris - Menurut sebuah penelitian terbaru, perkiraan jumlah tangkapan sebenarnya ikan di tingkat global telah mengalami penurunan.  

    Hasil penelitian tersebut menunjukkan penangkapan ikan kurang dari separuh sejak 1950 dengan puluhan juta ton tidak dilaporkan setiap tahun. Hal tersebut mengisyaratkan stok ikan di laut kemungkinan telah jauh berkurang.

    Menurut laporan itu, sekitar 109 juta ton ikan ditangkap pada 2010, 30 persen lebih tinggi dibandingkan 77 juta ton yang dilaporkan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa.

    "Ini berarti hampir 32 juta ton tangkapan tidak dilaporkan tahun itu, lebih dari berat keseluruhan penduduk Amerika Serikat," demikian menurut penelitian yang dikelola Universitas of British Columbia, Kanada.

    Penelitian mengatakan popularitas ikan di negara-negara maju, seperti Jepang, menciptakan permintaan yang tidak bisa dipenuhi oleh stok ikan di perairan mereka sendiri sehingga mereka harus memasok ikan dari luar.

    "Pasar Jepang terus dipasok oleh ikan yang diimpor dari negara-negara berkembang," kata Daniel Pauly, pemimpin penelitian tersebut.

    Untuk penelitiannya ini, Pauly dan rekannya, Dirk Zeller, menyusun "rekonstruksi penangkapan," yang menggabungkan data FAO dan perkiraan angka negara-negara pada umumnya dengan mengecualikan laporan resmi mereka.

    Hal tersebut, termasuk di dalamnya skala kecil komersial atau memancing subsistem, memancing rekreasi atau ilegal, dan menggunakan jala.

    Penelitian juga didukung tim 100 kolaborator lebih dari 50 lembaga, mengandalkan literatur akademis, statistik industri penangkapan ikan, ahli perikanan lokal, penegak hukum, masyarakat pesisir, dan data wisata tangkapan.

    "Kami menemukan tangkapan global yang direkonstruksi antara 1950 dan 2010 adalah 50 persen lebih tinggi dari data yang dilaporkan FAO," ujar para penulis.

    Mereka menyerukan pelaporan dan pemantauan hasil tangkapan yang lebih kuat. Tim juga menemukan bahwa tangkapan tahunan telah menurun sejak 1996 di tingkat global, lebih rendah daripada yang diajukan oleh data FAO.

    FAO melaporkan hasil tangkapan menyusut sekitar 380 ribu ton per tahun sejak 1996-2010, tapi data direkonstruksi menunjukkan penurunan lebih kuat dari 1,2 juta ton per tahun.

    Direktur Program Kelautan Global WWF John Tanzer turut menggambarkan laporan itu sebagai berita buruk.  

    "Kita sekarang harus kerja lebih dan tetap mendapatkan hasil yang kurang," kata Tanzer seperti yang dilansir Japan Times, Rabu, 20 Januari 2016.

    Menurut Tanzer, perkiraan hasil tangkapan yang lebih tinggi tidak mengejutkan. Tapi hasil penelitian yang ditunjukkan itu sangat mengkhawatirkan.

    JAPAN TIMES | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.