Mau Minuman Beralkohol Tak Memabukkan? Datanglah ke Korut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja saat melakukan panen di luar kota Pyongyang, Korea Utara, 9 Oktober 2015. Pemerintah Korea Utara mengundang wartawan luar negeri menjelang perayaan ulang tahun ke-70 Partai Pekerja. REUTERS/Damir Sagolj

    Sejumlah pekerja saat melakukan panen di luar kota Pyongyang, Korea Utara, 9 Oktober 2015. Pemerintah Korea Utara mengundang wartawan luar negeri menjelang perayaan ulang tahun ke-70 Partai Pekerja. REUTERS/Damir Sagolj

    TEMPO.CO, Pyongyang - Ilmuwan Korea Utara mengklaim telah menemukan minuman beralkohol yang tidak akan membuat mabuk orang yang meminumnya.

    Surat kabar negara tersebut, Pyongyang Times, melaporkan ilmuwan yang dipekerjakan Presiden Kim Jong-un telah menemukan campuran khusus yang dibuat dari ekstrak tanaman ginseng dan gula, yang diganti dengan beras yang dibakar untuk menghilangkan rasa pahit, bahkan efek mabuk alkohol.

    Dinamakan Koryo Liquor, minuman tersebut telah diproduksi di Pabrik Taedonggang,  perusahaan yang telah bertahun-tahun menyempurnakan minuman di dalam negeri.

    "Koryo Liquor, yang terbuat dari Kaesong Koryo Insam dan beras bakar, dikenal sebagai peredam tertinggi bagi efek obat. Itu sangat dihargai para ahli dan pecinta minuman serta tidak menyebabkan mabuk," tulis Pyongyang Times dalam sebuah artikel, seperti yang dilansir Mirror pada 19 Januari 2016.

    Penemuan tersebut merupakan penemuan terbaru dalam serangkaian klaim aneh yang dibuat oleh media pemerintah Korea Utara. Media ini  pernah mengucapkan selamat kepada panglima tertinggi karena telah belajar mengemudi pada usia 3 tahun.

    Sumber media Korea Utara tersebut  pada tahun lalu pernah mengklaim telah menemukan produk medis yang mengandung ekstrak dari tanaman, yang bisa menyembuhkan Ebola, Aids, Mers, dan Sars.


    MIRROR|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.