Kunci Celana Besi Raib, Wanita Ini Telepon Pemadam Kebakaran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sabuk kesucian milik seorang wanita asal Italia. CHRISTIAN/SYLDAVIA/ISTOCK via www.nydailynews.com

    Sabuk kesucian milik seorang wanita asal Italia. CHRISTIAN/SYLDAVIA/ISTOCK via www.nydailynews.com

    TEMPO.CO, Roma - Seorang wanita benar-benar merasa sangat malu ketika harus mendapatkan bantuan pemadam kebakaran untuk membuka cawat (celana dalam) besi yang dipakainya.

    Wanita paruh baya itu terpaksa meminta pertolongan setelah kunci cawat besi itu hilang di rumahnya di Padova, Italya.

    Seperti yang dilansir NY Daily News pada 19 Januari 2016, wanita tersebut menyadari kehilangan kunci cawat penjaga kesuciannya saat hendak mandi. Lantas ia panik dan menelepon layanan darurat pemadam kebakaran untuk mendapatkan pertolongan.

    Awalnya, petugas pemadam kebakaran menyangka dia kehilangan kunci rumah dan bertanya alamat rumahnya. Petugas pun langsung meluncur ke rumah wanita itu.

    Para petugas pemadam kebakaran tak menemukan kebakaran terjadi di rumahnya. Wanita itu kemudian mengangkat sweater-nya di hadapan petugas pemadam kebakaran  untuk menunjukkan cawat besi yang dikenakannya tak bisa dibuka.

    ""Saya kehilangan kunci dan tidak bisa membukanya," kata wanita itu kepada petugas pemadam kebakaran.

    Ketika ditanya apakah dia dipaksa memakai cawat itu atau dia menjadi korban kekerasan domestik, wanita tersebut mengatakan, dia memakainya untuk mencegah dirinya melakukan hubungan seks.

    Cawat besi yang populer di era Renaissance digunakan untuk mencegah si pemakai melakukan seks atau melindungi diri dari diperkosa.

    Cawat besi dipercaya pertama kali digunakan saat  berlangsungnya Perang Salib. Ketika itu para suami yang berperang mengarahkan isteri mereka untuk memakainya guna mencegah mereka berselingkuh.

    NEW YORK DAILY NEWS|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.