Pengusaha GAM Buka Trayek Penang-Aceh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur: Perusahaan ekspedisi angkutan laut milik seorang pengusaha Gerakan Aceh Merdeka (GAM) akan lebih fokus pada bidang ekspor dan impor. Perusahaan yang menggunakan bendera Aceh World Trade Center (AWTC) Dagang Holding Sdn. Bhd. ini menggandeng ASDP Malaysia Sdn. Bhd. sebagai kongsi dagangnya di Malaysia. Karena lebih mengutamakan pengangkutan barang dibandingkan penumpang, maka jadwal perjalanan kapal Jatra III yang mereka miliki berubah dari jadwal semula. "Tadinya sekali seminggu, kini sekali dalam dua minggu pulang pergi," kata Direktur Utama AWTC, Nurdin Abdul Rahman, kepada Tempo Jum'at (10/2) di Kuala Lumpur.Nurdin mengaku perubahan jadwal dilakukan atas pertimbangan pihak agensi pengadaan barang dan sama sekali bukan karena kurangnya penumpang. "Memang masih ada beberapa masalah birokrasi baik, di Indonesia maupun Malaysia, yang perlu dibenahi untuk lebih memperlancar proses ini. Terutama yang berkaitan dengan bea cukai dan keimigrasian," ujarnya.Nurdin mengakui perusahaan yang dipimpinnya telah mendapat sambutan dan dukungan yang baik dari berbagai pihak, baik dari pemerintah Malaysia, Indonesia, masyarakat di kedua negara dan bahkan restu dari pimpinan tertinggi GAM di Swedia. Dalam kesempatan terpisah, salah seorang Direktur Utama perusahaan ASDP Malaysia Sdn. Bhd., Mohd Khairuddin bin Othman, yang merupakan kongsi dagang AWTC turut menjelaskan baiknya sambutan masyarakat dengan jalur perjalanan laut Penang-Aceh. "Sambutan masyarakat baik sekali. Untuk trayek Penang-Lhokseumawe yang akan diadakan Jum'at (10/2) malam ini, Kapal Jatra III akan memuat 100 ton barang, 50 penumpang dan beberapa buah kendaraan pribadi," ujar Khaeruddin.Baik Nurdin maupun Khaeruddin mengakui akan melebarkan sayap bisnisnya ke Thailand. Dan diakui oleh Nurdin bahwa sudah banyak perusahaan di negara Gajah Putih itu yang menawarkan berbagai bentuk kerjasama ekonomi. "Kami berusaha mengisi peluang dan mengaktualisasikan isi nota kesepahaman kerjasama Indonesia-Malaysia-Thailand Gross Three Angle (IMT-GT) yang telah disepakti pada 1991 silam," Nurdin menjelaskan.Namun AWTC Dagang Holding dan ASDP Malaysia ingin konsentrasi mengurus trayek langsung Penang-Aceh, yang pelayaran perdananya baru saja mereka lakukan pada Sabtu (28/1) silam. "Kalau ini sudah lancar dan tidak ada masalah, baik dalam prosedur keimigrasian dan beacukai di pelabuhan kedua negara, maka impian itu akan direalisasikan secepat mungkin," Nurdin menambahkan.TEMPO yang sempat mengikuti perjalanan perdana mereka, sempat menyaksikan pengecekan dokumen keimigrasian yang dilakukan di atas kapal di negara masing-masing. Misalnya di pelabuhan Krueng Geukueh, Lhokseumawe, Aceh. Karena belum ada kantor Imigrasi, terpaksa didatangkan petugas imigrasi dari Lhokseumawe. T.H. Salengke

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?