Tiga Warga AS Hilang di Irak, Diduga Diculik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel militer Amerika melatih para tentara Irak, saat ini tentara Amerika beroperasi di 5 markas militer untuk melatih ribuan tentara Irak. Taji, Irak, 12 April 2015. John Moore / Getty Images

    Personel militer Amerika melatih para tentara Irak, saat ini tentara Amerika beroperasi di 5 markas militer untuk melatih ribuan tentara Irak. Taji, Irak, 12 April 2015. John Moore / Getty Images

    TEMPO.CO, Bagdad - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat dan kedutaan besarnya di Baghdad membenarkan kabar bahwa sejumlah warga negaranya hilang di Irak. Menurut otoritas setempat, kemungkinan mereka diculik.

    Al-Arabiya, media berbahasa Inggris di Timur Tengah, dalam pemberitaannya menyebutkan tiga warga AS diculik. Namun pemerintah AS tidak segera mengkonfirmasi soal penculikan tersebut atau jumlah orang yang menjadi korban.

    "Kami menaruh perhatian terhadap berbagai laporan bahwa warga AS hilang di Irak," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, John Kirby, kepada Fox News. "Keselamatan dan keamanan warga AS di luar negeri prioritas kami paling tinggi. Kami sedang bekerja sama dengan otoritas Irak untuk mengetahui lokasi dan menemukan mereka."

    Adapun juru bicara Kedutaan Besar AS di Irak, Scott Bolz, dalam keterangannya kepada media pada Ahad, 17 Januari 2016, menyatakan, "Kami sedang bekerja sama dengan pihak berwenang Irak untuk menemukan warga AS yang hilang."

    Seorang perwira polisi Irak berpangkal kolonel yang tak mau disebutkan namanya mengatakan kepada AFP, tiga warga AS dan penerjemah asal Irak diculik di kawasan sebelah selatan Bagdad oleh sejumlah milisi berseragam militer. "Kami tidak tahu apa pekerjaan mereka," ujar kolonel ini mengenai status warga Amerika tersebut.

    Juru bicara Komando Operasi Gabungan Bagdad berbicara kepada Washington Post bahwa tiga warga yang diculik itu berkewarganegaraan AS. Penculikan tersebut berlangsung setelah sepekan serangkaian serangan mematikan di ibu kota Irak, yang selama berbulan-bulan dalam kondisi tenang. Kelompok bersenjata Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas berbagai serangan terhadap Bagdad dan Provinsi Diyala, pekan lalu yang menewaskan lebih dari 50 orang.

    FOX NEWS | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.