Paus Sambut Imigran di Hari Pengungsi Sedunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Francis saat mengangkat Kitab Suci, dalam misa kali ini Paus mengajak umat Katolik. Untuk mendoakan korban penembakan ratusan mahasiswa di Universitas Kenya, oleh para militan ekstrimis. Vatikan, Itali, 4 April 2015. Franco Origlia / Getty Images

    Paus Francis saat mengangkat Kitab Suci, dalam misa kali ini Paus mengajak umat Katolik. Untuk mendoakan korban penembakan ratusan mahasiswa di Universitas Kenya, oleh para militan ekstrimis. Vatikan, Itali, 4 April 2015. Franco Origlia / Getty Images

    TEMPO.CO, Vatikan -  Paus Fransiskus menyambut ribuan imigran di Lapangan Basilika Santo Petrus di Vatikan dalam hari yang didedikasikan untuk para pengungsi. Paus mengatakan para imigran ini membawa sejarah, budaya, nilai-nilai dalam diri mereka sendiri, dan mengajak imigran untuk tidak berhenti berharap, demikian dilansir BBC, 17 Januari 2015.

    Para migran dan banyak pencari suaka melambaikan bendera negara mereka. Sampai saat ini, negara-negara Eropa sedang berjuang untuk mengatasi masuknya migran. Paus telah berulang kali menyerukan negara-negara Eropa untuk menyambut imigran yang telah melarikan diri perang dan kemiskinan.

    Paus juga meminta jemaat berdoa bagi empat korban serangan teroris di Jakarta pada Kamis lalu dan 29 orang tewas di ibu kota Burkina Faso, Ouagadougou, dalam serangan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) pada malam Jumat.

    Ratusan polisi dan personel keamanan bersenjata dikerahkan untuk acara ini. Kepala Rabbi Roma Riccardo Di Segni mengatakan kunjungan tersebut dianggap sebagai tanda 50 tahun hubungan Yahudi-Katolik. 

    BBC melansir lebih dari satu juta migran dan pengungsi menyeberang ke Eropa pada 2015. Hal ini memicu krisis di negara-negara tujuan untuk mengatasi masalah ini, salah satunya dengan membentuk Divisi di Uni Eropa yang berurusan dengan masalah imigran. 

    BBC | ARKHELAUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.