Buku Baru Paus Fransis, Soal Perkawinan dan Juga Homoseksual

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wartawan asal Meksiko memberikan kue ulang tahun pada Paus Fransiskus sebagai ucapan ulang tahun Paus ke-79 tahun di Alun-alun Santo Petrus, Vatikan, 17 Desember 2015. AP Photo/Gregorio Borgia

    Seorang wartawan asal Meksiko memberikan kue ulang tahun pada Paus Fransiskus sebagai ucapan ulang tahun Paus ke-79 tahun di Alun-alun Santo Petrus, Vatikan, 17 Desember 2015. AP Photo/Gregorio Borgia

    TEMPO.CO, VATICAN - Paus Fransiskus pada Selasa 12 Januari 2016 lalu merilis buku barunya yang membahas tentang perkawinan dan seksualitas. Berbicara tentang bukunya yang berjudul "The Name of God Is Mercy" tersebut, Paus Fransiskus mengatakan bahwa dia sanagt senang membahas tentang seksualitas, terutama homoseksual.

    "Saya senang bahwa kita berbicara tentang 'homoseksual' karena diatas semuanya adalah tentang keutuhan dan martabat masing-masing individu.

    "Dan orang-orang tidak harus mendefinisikan hanya dengan kecenderungan seksual mereka: janganlah kita lupa bahwa Allah mengasihi semua ciptaan-Nya dan kita ditakdirkan untuk menerima cintanya yang tak terbatas.

    "Saya lebih suka bahwa homoseksual datang ke pengakuan, bahwa mereka tetap dekat dengan Tuhan, dan bahwa kita berdoa bersama-sama," kata Paus, seperti yang dilansir Priemer Christian Radio pada 11 Januari 2016.

    Selain itu, Paus juga berbicara soal perkawinan, dimana dia mengajak orang untuk menghargai setiap keputusan dalam masing-masing rumah tangga. Terkhusus dia membahas tentang perceraian dalam gereja khatolik.

    Pemimpin Gereja Katolik tersebut juga membahas korupsi , topik hangat dalam serangkaian skandal Vatikan baru-baru ini tentang dugaan salah urus keuangan Gereja.

    "Orang korup marah karena dompetnya dicuri dan dia mengeluh tentang kurangnya keamanan di jalan-jalan, tapi kemudian dia adalah orang yang menipu negara dengan menghindari pajak, atau dia memecat karyawannya setiap tiga bulan sehingga dia tidak harus mempekerjakan mereka dengan kontrak permanen.

    "Dan kemudian dia menawarkan kepada teman-temannya tentang cara-cara licik nya. Dia adalah orang yang pergi ke Misa setiap hari Minggu namun tidak memiliki masalah dengan menggunakan posisinya kuat untuk menuntut suap. ... Orang korup sering tidak menyadari kondisinya sendiri, kebanyakan mereka tidak menyadari bau mulutnya sendiri."

    Buku ini dirilis pada Selasa, dalam rangka bertepatan dengan Tahun Yubileum Mercy, tahun di mana umat Katolik dipanggil untuk mencari pengampunan, serta memaafkan orang lain.

    PRIEMER CHRISTIAN RADIO|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.