Bush Dukung Denmark

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Washington: Presiden Amerika Serikat, George Walker Bush, memberikan dukungan dan solidaritas terhadap Perdana Menteri Denmark Anders Fogh Rasmussen, hari ini atau Selasa (7/2) waktu Amerika, soal unjuk rasa di berbagai belahan dunia karena penerbitan 12 kartun Nabi Muhammad SAW di Denmark.Dukungan disampaikan melalui pembicaraan telepon dari pesawat kepresidenan, Air Force One. Kedua pemimpin itu sepakat mengupayakan dialog dan toleransi ketimbang kekerasan dalam menyelesaikan masalah. “Presiden menyampaikan dukungan setelah kekerasan terhadap warga Denmark dan fasilitas diplomatiknya,” kata juru bicara Gedung Putih, Scott McClellan.Sebelumnya, dukungan untuk Denmark datang dari Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan Presiden Prancis Jacques Chirac. Seorang diplomat Denmark yang menolak disebutkan identitasnya mengatakan bahwa dukungan dari negara-negara besar membantu mengurangi tekanan yang dihadapi Kopenhagen. Dukungan terutama diharapkan dari Amerika dan Inggris, yang sebelumnya mengkritik dan kurang solider.Protes disertai kekerasan masih terus berlangsung di berbagai negara Muslim. Di Afganistan, empat orang tewas dalam unjuk rasa di Qalat, ibu kota provinsi Zabul, Afganistan Selatan, kemarin. Ini menambah jumlah korban selama lima hari unjuk rasa menjadi 11 orang. Di Indonesia, aksi protes terhadap karikatur yang dinilai menghina Islam itu juga terjadi di hampir seluruh daerah.Dari New York, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa, dan Organisasi Konferensi Islam (OKI), menyerukan kepada umat Islam di seluruh dunia agar tenang. Pernyataan bersama itu ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Javier Solana, dan Sekretaris Jenderal OKI Ekmeledin Ihsanoglu.Afp/Forbes/Faisal

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.