Punya Nama Muslim, Pria Ini Ditolak Saat Registrasi Game Online  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi: abc.net.au

    Ilustrasi: abc.net.au

    TEMPO.COFlorida - Seorang pria di Amerika Serikat ditolak haknya untuk mendaftar percobaan permainan video game berjudul Paragon, hanya karena dia memiliki nama Islam, yaitu Muhammad Zakir Khan.

    Hal tersebut diungkapkan Zakir Khan di halaman Twitter-nya, Muzzakh, sebagai respons terhadap perusahaan pengembang video game tersebut, Epic Games.

    "Nama saya Khan dan saya bukan teroris #Islamophonbia," kata Zakir Khan di Twitter-nya, seperti dilansir dari The Intercept.

    Menurut The Intercept, Zakir dilarang mendaftar karena ada pesan di situs pendaftaran Epic Games yang mengatakan “namanya menimbulkan ancaman terhadap keamanan, ekonomi, dan kebijakan Amerika Serikat.”

    Zakir Khan yang merupakan warga negara AS menuduh Epic Games diskriminatif.

    Menanggapi kejadian tersebut, pendiri Epic Games, Tim Sweeney, memohon maaf kepada Zakir dan berjanji akan “memperbaiki keadaan”.

    "Seharusnya tidak terjadi. Kami akan mengoreksi masalah ini secepat mungkin. Penyebabnya adalah kendala penjualan video game di AS," kata Sweeney.

    Zakir Khan, bagaimanapun, tidak puas dengan penjelasan Sweeney dan menuduh perusahaan-perusahaan dalam industri pengembang video game memberikan data pengguna beragama Islam kepada pemerintah AS secara rahasia.

    Zakir Khan, yang merupakan seorang profesor, juga mengungkapkan beberapa surat elektronik berunsur rasis dan diskriminasi yang diterima akibat kejadian tersebut.

    THE INTERCEPT | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...