Stasiun Hokkaido Buka Meski Cuma Satu Penumpang? Ternyata...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stasiun Kami-Shirataki di Hokkaido, Jepang. Stasiun yang berada di sebuah kota kecil bernama Engaru ini beroperasi meski hanya berpenumpang satu orang. CCTV News

    Stasiun Kami-Shirataki di Hokkaido, Jepang. Stasiun yang berada di sebuah kota kecil bernama Engaru ini beroperasi meski hanya berpenumpang satu orang. CCTV News

    TEMPO.CO, Jakarta - Stasiun televisi CCTV News di Cina membuat postingan mengejutkan di laman Facebook-nya pada 8 Januari 2015. Stasiin itu mengatakan salah satu stasiun kereta di Hokkaido, Jepang, yakni Stasiun Kami-Shirataki hanya memiliki satu penumpang yang menggunakan stasiun tersebut saban hari.

    Pengguna stasiun itu seorang siswi sekolah menengah atas. Kabarnya stasiun tersebut tetap dibuka hingga gadis itu lulus sekolah. Cerita yang sama juga pernah beredar di media sosial di Jepang, tapi ceritanya lebih dari itu. Cerita tentang gadis itu telah dishare lebih dari 5.700 kali di Facebook sejak Sabtu lalu dan disukai lebih dari 22.000 orang.

    Cerita tentang gadis pengguna stasiun ini bermula saat sebuah perusahaan jaringan kereta api di Jepang, Japan Railways, berencana menutup stasiun itu tiga tahun lalu. Mereka urung melakukannya ketika mengetahui ada gadis menggunakan kereta yang berhenti di stasiun tersebut untuk berangkat sekolah.

    Dilansir dari laman Straitstimes.com gadis itu rencananya lulus pada 26 Maret 2016, tanggal saat stasiun itu akan ditutup. "Setiap hari hanya ada dua kereta berhenti di Stasiun Kami-Shirataki dengan jadwal keberangkatan unik, tergantung seorang gadis yang berangkat dan kembali dari sekolah," kata CCTV News dalam laman Facebooknya.

    Banyak orang yang berkomentar dan menyatakan kekaguman mereka pada Japan Railways. Cerita selanjutnya pun berubah menjadi diromantisasi.

    Namun, harian di Taiwan, Apple Daily, mengungkapkan cerita berbeda. Mereka melaporkan gadis yang ditampilkan dalam cerita itu tak memakai kereta setiap hari. Pelajar kelas tiga itu naik kereta dari Stasiun Kyu-Shirataki--ketimbang Stasiun Kami-Shirataki--bersama lebih dari sepuluh temannya pada jam 7.15 pagi.

    Jadwal itu satu-satunya keberangkatan kereta di pagi hari. Sedangkan pada perjalanan pulang, mereka memiliki tiga pilihan kereta, yang paling terakhir berangkat pada pukul 19.25.

    Apple Daily juga mengkonfirmasi sebagai bagian merasionalisasi operasinya, Japan Railways akan menutup stasiun yang kurang dimanfaatkan pengoperasiannya yakni Kami-Shirataki, Kyu-Shirataki, dan Shimo-Shirataki pada Maret 2016.

    Tapi dari tulisan Apple Daily mengatakan bahwa penutupan stasiun tersebut tidak ada hubungannya dengan wisuda siswi sekolah yang akan diselenggarakan di bulan yang sama.

    Tak jelas bagaimana kisah itu dimulai, tapi ceita ini seperti membangkitkan nostalgia pada kisah rakyat Jepang menyejukkan hati. Sebagian orang menyebut cerita ini mirip kisah dalam film Hayao Miyazaki, yakni pendiri Studio Ghibli yang dikenal dalam film animasi seperti My Neighbour Totoro dan Spirited Away.

    DESTRIANITA KUSUMASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.