Mengaku Putra Kennedy, Pria Ini Mau Culik Anjing Obama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bo, anjing keluarga presiden Obama berjalan di landasan usai turund ari Air Force One di pangkalan Cape Cod Coast Guard di Massachussets, 9 Agustus 2014. AP/Jacquelyn Martin

    Bo, anjing keluarga presiden Obama berjalan di landasan usai turund ari Air Force One di pangkalan Cape Cod Coast Guard di Massachussets, 9 Agustus 2014. AP/Jacquelyn Martin

    TEMPO.CO, Washington -  - Seorang pria telah ditangkap setelah diduga berencana melakukan perjalanan ke Ibu Kota Amerika Serikat, Washington DC untuk menculik salah satu anjing Presiden Barack Obama. Demikian dilaporkan situs berita Metro.co.uk pada Sabtu, 9 Januari 2016. Keluarga Obama diketahui memiliki dua anjing Portugis, Bo dan Sunny.

    Menurut dokumen Pengadilan Washington DC, pria itu bernama Scott Stockert dari Dickinson, North Dakota. Dia diwawancarai oleh agen dinas rahasia di sebuah hotel di  Washington pada Rabu, 6 Januari 2015 setelah mereka menerima informasi  kalau ia berencana menculik seekor binatang peliharaan presiden.

    Petugas menangkap Stockert setelah ia mengakui memiliki dua senjata di truknya. Agen menemukan senapan dan parang di sana. Dokumen pengadilan juga menyebutkan bila Stockert bukanlah orang yang terdaftar sebagai pemilik senjata.

    Ia didakwa melanggar hukum District of Columbia karena membawa senapan di luar rumah atau di luar pekerjaan. Masih menurut dokumen pengadilan, Stockert sempat berkata kepada agen bahwa dia adalah Yesus Kristus dan orang tuanya adalah Presiden John F Kennedy dan aktris Marilyn Monroe, dan bahwa ia datang ke Washington untuk mengumumkan ia mencalonkan diri sebagai presiden.

    Stockert dibebaskan dari tahanan pada Jumat, 8 Januari 2016, tapi harus memakai monitor pergelangan kaki untuk memantau pergerakannya.

    MECHOS DE LAROCHA | METRO.CO.UK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.