ISIS Akui Ledakkan Akademi Polisi Libya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota militer Libya menunjukan keahliannya bela diri dalam acara parade kelulusan milter di Tripoli, Libya, 24 Desember 2015. REUTERS/Ismail Zitouny

    Anggota militer Libya menunjukan keahliannya bela diri dalam acara parade kelulusan milter di Tripoli, Libya, 24 Desember 2015. REUTERS/Ismail Zitouny

    TEMPO.CO, Tripoli - Sebuah organisasi pendukung Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di timur Libya mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap akademi kepolisian Libya, Kamis, 7 Januari 2016. Serangan bunuh diri ini menewaskan sedikitnya 60 orang dan melukai 200 korban lainnya.

    Dalam sebuah pernyataan yang diunggah melalu akun Twitter beberapa jam setelah insidenpenyerangan mengatakan, "Serangan bunuh diri itu dilakukan oleh Abu al-Abbas al-Muhajir. Dia meledakkan diri menggunakan truk ditabrakkan ke arah kerumunan polisi yang ada di pangkalan."

    Menurut otoritas Libya, akibat serangan bom bunuh diri tersebut setidaknya 60 anggota kepolisian tewas. "200 korban lainnya luka-luka," ujar sumber kepolisian. Dia melanjutkan, "Nama akhir al-Muhajir menujukkan pelaku penyerangan bukan orang Libya.'

    Saksi mata mengatakan pada Kamis, 7 Januari 2016 waktu setempat, truk menabrak gerbang akademi polisi di kota pesisir Zliten, sekitar 160 km sebelah timur ibukota, Tripoli. Walikota Zliten Miftah Lahmadi mengatakan truk meledak ketika ratusan calon berkumpul di akademi.

    WASHINGTON POST | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.