Serangan Bom di Akademi Polisi Libya, 65 Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • www.123rf.com

    www.123rf.com

    TEMPO.CO, Tripoli - Serangan bom dengan menggunakan truk terjadi di pusat pelatihan polisi di kota bagian barat di Libya. Menurut otoritas rumah sakit dan polisi, serangan ini menewaskan sedikitnya 65 orang.

    Saksi mata mengatakan pada Kamis, 7 Januari 2016 waktu setempat, truk menabrak gerbang akademi polisi di kota pesisir Zliten, sekitar 160 km sebelah timur ibukota, Tripoli. Walikota Zliten Miftah Lahmadi mengatakan truk meledak ketika ratusan calon berkumpul di akademi. Demikian dilansir kantor berita Reuters.

    Perwakilan khusus PBB untuk Libya, Martin Kobler, mengatakan ledakan itu merupakan serangan bunuh diri. "Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu," katanya.

    Sementara itu, kantor berita Libya LANA melaporkan sedikitnya 50 orang tewas dalam peristiwa itu. Direktur Rumah Sakit Kota Zliten, Abdel-Halim bin Mottaleb, mengatakan sekitar 127 terluka.

    Sementara itu, kebakaran yang disebabkan oleh bentrokan antara kelompok pejuang Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) dan pasukan keamanan di pelabuhan minyak terbesar Libya ini telah menyebar ke lima tangki penyimpanan minyak yang masih menyala.

    "Sedikitnya sembilan tentara tewas dan lebih dari 40 terluka dalam pertempuran di sekeliling daerah pada Senin dan Selasa," kata Ali al-Hassi, juru bicara pasukan keamanan.

    Sejak 2011, Libya larut dalam konflik setelah pemberontak menggulingkan pemimpin lama Moammar Khaddafi.  Pihak oposisi dan milisi yang kuat kini berjuang menguasai kota utama dan kekayaan minyaknya.

    AL JAZEERA | ARKHELAUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.