Tes Bom Nuklir, Korea Utara Terancam Sanksi PBB  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un menyaksikan peluncuran roket ganda di sub-units wanita KPA Unit 851 pada 24 April 2014. Pernyataan Korea Utara, bahwa mereka berhasil melakukan uji ledakan nuklir hidrogen menuai kecaman dari negara sahabat dan musuh. REUTERS/KCNA/Files

    Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un menyaksikan peluncuran roket ganda di sub-units wanita KPA Unit 851 pada 24 April 2014. Pernyataan Korea Utara, bahwa mereka berhasil melakukan uji ledakan nuklir hidrogen menuai kecaman dari negara sahabat dan musuh. REUTERS/KCNA/Files

    TEMPO.CONew York - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setuju menghukum Korea Utara setelah Pyongyang mengumumkan keberhasilannya melakukan tes bom hidrogen.

    Dengan dukungan Cina, negara sekutu utama Pyongyang selama ini, 15 anggota Dewan Keamanan mengutuk keras tes bom hidrogen terbaru Korea Utara itu sekaligus membutuhkan PBB membuat resolusi baru untuk memperkuat tindakan pada masa depan. Diplomat Amerika Serikat menegaskan negosiasi sedang dilakukan untuk memperkuat beberapa hal terkait dengan pembatasan untuk dilaksanakan terhadap Korea Utara sejak tes pertama nuklirnya pada 2006.

    Pengumuman Pyongyang tentang tes itu menyeret kecaman komunitas internasional, termasuk Cina dan Washington. Presiden Korea Selatan Park Geun-hye menggambarkan tindakan terbaru tetangganya itu sebagai “provokasi maut” dan meminta reaksi balik yang lebih keras terhadap Korea Utara.

    "Saya menuntut DPRK (Korea Utara) menangguhkan semua kegiatan nuklirnya," kata Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon seperti dilansir Guardian pada 6 Januari 2016.

    Namun tidak ada tindakan konkret yang disepakati pada pertemuan dewan keamanan yang berlangsung di New York tersebut. Hanya ancaman tindakan yang akan dilakukan.

    Elbio Rosselli, Duta Besar Uruguay untuk PBB, yang bertindak sebagai presiden dewan keamanan bulan ini, menyatakan niat dewan keamanan untuk mengambil "langkah-langkah signifikan lebih lanjut" jika Pyongyang melanggar serangkaian resolusi PBB dengan menguji perangkat atom.

    "Sejalan dengan komitmen bersama, para anggota dewan keamanan akan mulai bekerja untuk menetapkan langkah-langkah resolusi dewan keamanan baru," ujar Rosselli. Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut, tapi diplomat menyarankan sanksi adalah salah satu pilihan yang dipertimbangkan.

    Tiga tes nuklir Korea Utara sebelumnya pada 2006, 2009, dan 2013 memicu sanksi PBB. Saat ini terdapat total 20 entitas dan 12 individu yang ada pada sanksi daftar hitam PBB.

    Getaran mirip gempa yang berpusat di Punggye-ri, yang telah digunakan dalam tes nuklir sebelumnya, dirasakan pada Selasa. Getaran ini berkekuatan 5,1, mirip dengan tes 2013, yang diperkirakan disebabkan perangkat fisi atom dengan hasil ledakan 5-10 kiloton.

    GUARDIAN | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.