Arab Saudi Tak Butuh Juru Damai untuk Hadapi Iran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah massa melakukan aksi unjuk rasa di Kedubes Arab Saudi di Tehran, Iran, 2 Januari 2016. Para pengunjuk rasa berkumpul di luar kedutaan untuk memprotes eksekusi mati ulama Syiah, Nimr al-Nimr oleh pemerintah Arab Saudi atas tuduhan terorisme. REUTERS

    Sejumlah massa melakukan aksi unjuk rasa di Kedubes Arab Saudi di Tehran, Iran, 2 Januari 2016. Para pengunjuk rasa berkumpul di luar kedutaan untuk memprotes eksekusi mati ulama Syiah, Nimr al-Nimr oleh pemerintah Arab Saudi atas tuduhan terorisme. REUTERS

    TEMPO.CORiyadh - Selain Irak, Rusia menyatakan siap menjadi juru runding perbaikan hubungan Iran dengan Arab Saudi. Hubungan kedua negara itu putus setelah Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran digeruduk massa pada Ahad, 3 Januari 2016, menyusul hukuman mati terhadap ulama Syiah pada Sabtu, 2 Januari 2016.

    Menanggapi kesediaan Rusia itu, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir, mengatakan kepada CNBC pada Selasa, 5 Januari 2016, bahwa negaranya tidak membutuhkan bantuan negara asing untuk memperbaiki hubungan dengan Iran.

    "Ketika Rusia datang untuk menyampaikan mediasi, kami tidak membutuhkannya. Kami tahu di mana Iran berada. Iran juga tahu di mana Arab Saudi. Mereka tahu apa yang kami inginkan terhadap mereka dan mereka paham apa yang harus dilakukan terhadap kami jika mereka serius. Tunjukkanlah kepada kami perubahan perilaku, sikap, dan hasrat menormalkan hubungan dengan kami dan kami akan melakukan hal yang sama. Kami tidak memiliki masalah," ucapnya.

    Pertikaian politik Iran dengan Saudi dikhawatirkan sejumlah negara, termasuk Barat, dapat berdampak terhadap situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, termasuk proses perdamaian di Suriah, di mana Saudi dan Iran terlibat. 

    Pada Selasa, 5 Januari 2016, Saudi memberikan jaminan bahwa pemutusan hubungan diplomatik dengan Iran tidak akan berdampak terhadap upaya mengakhiri perang saudara di Suriah, yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa pada Januari 2016.

    Untuk masalah Suriah, Al-Jubeir meminta Rusia memainkan peran pentingnya guna menekan Presiden Bashar al-Assad mengundurkan diri dan menyiapkan transisi kekuasaan di Suriah.

    CNBC | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.