Korea Utara Uji Coba Bom Hidrogen, Pasar Saham Global Anjlok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korut, Kim Jong Un (kedua kiri), tertawa saat berbincang dengan sejumlah pejabat dan staf dalam kunjungan ke kereta bawah tanah terbaru di Pyongyang, Korut. KCNA

    Pemimpin Korut, Kim Jong Un (kedua kiri), tertawa saat berbincang dengan sejumlah pejabat dan staf dalam kunjungan ke kereta bawah tanah terbaru di Pyongyang, Korut. KCNA

    TEMPO.COJakarta - Bursa pasar saham global jatuh pada Rabu, 6 Januari 2016, akibat uji coba nuklir yang dilakukan Korea Utara. Dikutip dari nytimes.com, indeks pasar Prancis, CAC 40, tercatat melemah 1,5 persen menjadi 4,468 poin dan indeks Jerman, DAX, jatuh 1,6 persen ke level 10,149. Sedangkan bursa Inggris, FTSE 100, dibuka turun 1,5 persen menjadi 6,045. Bursa Amerika Serikat, yang merendah dengan Dow Jones dan S&P 500, masing-masing merosot 1,5 persen dan 1,6 persen.

    Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1 persen dan ditutup pada angka 18,191 poin. Kospi Korea Selatan turun 0,3 persen menjadi 1,925. Hang Seng melemah 1 persen ke level 20,980, sedangkan indeks Composite Shanghai rebound 2,3 persen menjadi 3,361 setelah jatuh 6,9 persen pada Senin dan 0,3 persen pada Selasa. Bursa Australia, S&P/ASX 200, juga melemah 1,2 persen menjadi 5,123.

    Korea Utara mengumumkan pihaknya telah melakukan tes bom hidrogen setelah Korea Selatan mendeteksi gempa di dekat kawasan uji coba nuklir utama Korea Utara. Aksi itu meningkatkan ketegangan di kawasan Korea dan membuat para investor berhati-hati serta tidak berani mengambil risiko.

    Selama 17 bulan, survei menunjukkan industri jasa Cina terus merosot ke level terendah. Hal itu mengindikasikan negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua ini tengah menghadapi masalah yang kuat. Survei dari The Caixin/Markit memaparkan industri jasa Cina merosot ke level 50,2 poin pada Desember 2015 dari bulan sebelumnya yang berada di angka 51,2.

    Indeks ini didasari skala 100 poin, dengan angka di atas 50, yang menunjukkan ekspansi. Industri jasa membantu mengimbangi pelemahan dalam sektor perdagangan dan investasi sebagaimana ekonomi Cina yang melambat.

    Kepala Riset Pasar Keuangan Asia-Pasifik dari Rabobank, Michael Every, mengatakan data yang buruk tentang Cina dan melemahnya mata uang yuan sudah cukup buruk bagi perekonomian global. “Sekarang, kita memiliki Korea Utara yang melepaskan bom hidrogen, berapa banyak hal buruk terjadi karenanya?” katanya.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.