Vatikan Kecam Sampul Majalah Satire Charlie Hebdo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja melakukan pengecekan pada salinan koran satir mingguan Charlie Hebdo dengan headline

    Seorang pekerja melakukan pengecekan pada salinan koran satir mingguan Charlie Hebdo dengan headline "Satu tahun, pembunuh masih berkeliaran" di Paris, Prancis, 4 Januari 2016. REUTERS/Benoit Tessier

    TEMPO.COVatikan - Mingguan satire Prancis, Charlie Hebdo, telah merilis sampul majalah edisi ulang tahun memperingati serangan bersenjata pada tahun lalu yang menewaskan 12 jurnalis di ruang berita Charlie Hebdo di Paris, Prancis. Sampul itu menggambarkan Tuhan sedang marah dengan darah di tangan dan senapan terikat di punggungnya.

    "Satu Tahun Berlalu, Si Pembunuh Masih Jadi Buron," demikian tulisan judul berita itu, seperti dilansir dari laman Trust.Org, Rabu, 6 Januari 2015.

    Menanggapi hal itu, surat kabar Vatikan, harian L'Osservatore Romano, mengecam dan menuding mingguan tersebut sengaja memanipulasi iman dengan menggambarkan Tuhan sebagai pembunuh. Surat kabar Vatikan menyebut Charlie Hebdo menyedihkan dan tidak menghormati orang beriman dari semua agama.

    "Di belakang bendera sekularisme tanpa kompromi, mingguan Prancis sekali lagi lupa apa yang para pemimpin dari setiap agama telah upayakan selama ini—menolak kekerasan atas nama agama dan menggunakan Allah untuk membenarkan kebencian adalah penghujatan yang sebenarnya," demikian L' Osservatore Romano menulis dalam sebuah komentar singkat.

    "Langkah Charlie Hebdo itu menunjukkan paradoks menyedihkan dari dunia yang semakin sensitif tentang menjadi benar secara politis pada poin yang tidak masuk akal... tapi tidak mau mengakui atau menghargai iman orang yang percaya kepada Tuhan, apa pun agama mereka."

    Charlie Hebdo, yang dikenal untuk sampul satire para pemimpin politik dan agama, kehilangan banyak staf editorial ketika milisi Islam masuk ke sebuah ruang pertemuan editorial pada 7 Januari 2015 dan melepaskan tembakan.

    Setelah serangan itu, Paus Fransiskus mempersoalkan sikap anti-agama Charlie Hebdo tersebut. "Anda tidak dapat memprovokasi, Anda tidak bisa menghina iman orang lain, Anda tidak dapat membuat kesenangan dari iman," katanya kepada wartawan selama turnya di Asia. 

    Karena pernyataan itulah, Vatikan kemudian harus mengeluarkan pernyataan yang mengatakan komentar Paus tidak dimaksudkan sebagai pembenaran atas serangan tersebut.

    MECHOS DE LAROCHA | TRUST.ORG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.