Masjid di Nigeria Dibom, 20 Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga melakukan pengecekan di lokasi terjadinya pemboman di pasar di Maiduguri, Nigeria, 22 Juni 2015. Dua gadis meledakkan dirinya didekat masjid yang ramai dan menewaskan sekitar 30 orang yang merupakan kota kelahiran Boko Haram. AP/Jossy Ola

    Sejumlah warga melakukan pengecekan di lokasi terjadinya pemboman di pasar di Maiduguri, Nigeria, 22 Juni 2015. Dua gadis meledakkan dirinya didekat masjid yang ramai dan menewaskan sekitar 30 orang yang merupakan kota kelahiran Boko Haram. AP/Jossy Ola

    TEMPO.CO, Maiduguri - Sebuah masjid di Kota Maiduhuri, Nigeria, dibom pada Senin, 28 Desember 2015. Akibat insiden ini, sedikitnya 20 orang tewas dan 90 luka-luka. Diduga ledakan bom ini adalah ulah kelompok Boko Haram. Namun, hingga saat ini, belum ada satu pihak pun yang menyatakan bertanggung jawab.

    Ledakan itu, tulis kantor berita NEMA, berlangsung sehari setelah angkatan bersenjata Nigeria berperang melawan militan Boko Haram di kawasan sebelah barat Maiduguri, Ibu Kota Borno. Di kota itu pula lahir kelompok bersenjata yang ingin menerapkan hukum Islam di timur laut Afrika.

    Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas peristiwa mematikan itu, tapi ledakan tersebut mirip dengan serangan yang kerap dilakukan oleh Boko Haram. Kelompok ini melakukan berbagai serangan menewaskan ribuan dan mengakibatkan 2,1 juta orang meninggalkan daerahnya.

    Ledakan bom terjadi pada Senin, 28 Desember 2015, di daerah pinggiran tempat angkatan bersenjata Nigeria adu tembak dengan militan diduga dari Boko Haram pada Ahad, 27 Desember 2015. Selanjutnya, kaum militan itu masuk ke Maiduguri untuk melakukan aksi bunuh diri. "Warga melaporkan insiden ledakan dan adu tembak senjata," tulis MENA.

    Seorang warga di Maiduguri, Musa Abdukadir, mengatakan, seusai serangan terhadap masjid, dia menghitung mayat yang tergeletak. "Lebih dari 50 korban berada di rumah sakit khusus di Maiduguri," kata dokter kepada dia. "Banyak mayat dibawa ke dua rumah sakit berbeda. Jumlah korban tewas itu termasuk korban perang pada Ahad, 27 Desember 2015," ucap Abdukadir.

    "Kami semua melarikan diri kemarin karena rumah kami dilalap api. Pagi ini, kami kembali sekalian menghitung orang-orang yang tewas akibat terbakar di dalam rumah dan korban ledakan bom," kata Ibrahim Goni, seorang warga yang mengunjungi tempat kejadian.



    ARAB NEWS | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.