Longsor di Tambang Batu Giok Myanmar Kembali Terjadi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang melihat para korban tewas akibat longsor di pertambangan batu giok di Hpakant, Myanmar, 21 November 2015. Setidaknya 90 orang tewas dalam longsor, karena tertimpa limbah setinggi 300 meter. REUTERS/Stringer

    Sejumlah orang melihat para korban tewas akibat longsor di pertambangan batu giok di Hpakant, Myanmar, 21 November 2015. Setidaknya 90 orang tewas dalam longsor, karena tertimpa limbah setinggi 300 meter. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Jakarta -  Longsor kembali terjadi di tambang batu giok di Hpakant, Kachin, Myanmar. Banyak korban dilaporkan menghilang dan dikhawatirkan tewas.

    "Menurut para saksi, sekitar 50 orang masih belum ditemukan," kata Tin Swe Mint, Wali Kota Hpakant, seperti dilansir dari BBC pada Ahad , 27 Desember 2015. Ia juga menyatakan telah menemukan lima jasad korban tewas.

    Namun keterangan tersebut berbeda dengan yang dikatakan Tin Swe Mint kepada Agence France-Presse. Ia mengatakan korban menghilang hanya berjumlah tiga orang. "Kerabat dari tiga orang yang hilang melapor kepada kami bahwa mereka belum pulang sejak peristiwa tersebut," katanya seperti dilansir dari AFP.
    Petugas Kepolisian Hpakant yang tidak ingin disebutkan namanya juga mengatakan hal serupa. "Kami tidak yakin jika mereka tertimbun karena kami belum menemukan satu tubuh pun," katanya.

    Meski begitu, petugas penyelamat mengatakan pencarian korban terus berlanjut sejak Jumat, 25 Desember 2014 di area sekitar Hpakant. Petugas Kepolisian tidak ingin terlalu cepat menyimpulkan bahwa tidak ada korban dalam musibah tersebut. Bulan lalu, longsor juga terjadi di tempat yang sama dan menelan lebih dari 100 korban tewas.

    Dalam peristiwa tersebut, korban tewas kebanyakan merupakan pekerja lepas yang mengambil limbah sisa tambang batu giok, yang berharap menemukan bongkahan batu yang akan mengantarkan mereka kepada kekayaan. Batu giok dikenal sebagai "Batu Surga" di Cina dan dihargai sangat tinggi. Dataran di Hpakant telah dihancurkan untuk mencongkel batu berharga tersebut dari tanah.



    BBC | AFP | VINDRY FLORENTIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?