Suami Gugat Cerai Istri karena Bau Badan, Ini Ceritanya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perceraian. Guardian.co.uk

    Ilustrasi perceraian. Guardian.co.uk

    TEMPO.COAbuja - Seorang pria berusia 55 tahun di Nigeria dilaporkan mengajukan gugatan cerai lantaran istrinya yang berusia 30 tahun memiliki bau badan yang buruk dan sangat malas.

    Menurut dokumen pengadilan, Elder Musa Ajuwa mengatakan kepada Pengadilan Keluarga Lagos bahwa dia sudah tak tahan lagi tidur seranjang dengan istrinya dan ingin pengadilan membubarkan pernikahannya dengan Hauwa yang sudah berjalan tiga tahun.

    Selain bau badan yang buruk, Hauwa dituduh malas dan belum memenuhi kewajibannya sebagai wanita yang sudah menikah. Dia juga mengeluh istrinya tidak pernah memasak dan selalu pergi ke pesta.

    "Saya tidak tahu mengapa saya harus melanjutkan pernikahan ini. Istri saya tidak bisa memasak atau membersihkan rumah. Dia begitu malas dan kotor. Aku bahkan tidak bisa tidur dengan dia; satu-satunya hal yang dia tahu adalah berdandan dan ke pesta. Aku ingin bercerai," kata Ajuwa seperti yang dilansir World Wide Weird News, 20 Desember 2015.

    Ajuwa mengatakan kepada hakim bahwa dia menikahi istrinya setelah istri pertamanya meninggal. Dia berpikir Hauwa akan memasak untuknya dan mengurus kebutuhannya. Ajuwa bersaksi bahwa setiap sudut rumah mereka bau, dan semua kamar penuh pakaian kotor. 

    Ajuwa tidak bisa berhubungan seks dengan istrinya karena dia memiliki bau yang tak sedap. Menanggapi semua tuduhan, Hauwa membantah semuanya. Dia mengatakan kepada pengadilan bahwa suaminya ingin dia berpakaian seperti wanita tua meski faktanya dia baru berusia 30 tahun.

    Dia juga mengatakan bahwa sulit untuk membersihkan rumah karena ruangan yang terlalu besar. Pengadilan memberikan waktu dua bulan untuk melihat apakah mereka bisa menyelesaikan masalah mereka dan menunda kasus ini berlanjut ke sidang perceraian.

    PULSE NIGERIA | WWWN | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.