Batal Jadi Miss Universe, Miss Kolombia Banjir Dukungan di Twitter  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Miss Filipina, Pia Alonzo Wurtzbach (kiri), dan Miss Kolombia, Ariadna Gutierrez, berpose dengan tiara dan selempang Miss Universe. Menurut Anda, aman yang lebih pantas jadi Miss Universe?. Facebook Miss Universe-REUTERS/Steve Marcus

    Miss Filipina, Pia Alonzo Wurtzbach (kiri), dan Miss Kolombia, Ariadna Gutierrez, berpose dengan tiara dan selempang Miss Universe. Menurut Anda, aman yang lebih pantas jadi Miss Universe?. Facebook Miss Universe-REUTERS/Steve Marcus

    TEMPO.COLas Vegas - Perhelatan Miss Universe menjadi perhatian dunia. Terlihat di lini masa Twitter, bahasan tentang Miss Universe 2015 tak ada hentinya.

    Terlebih sorotan kepada Miss Kolombia, Ariadna Gutierrez. Para netizen memberikan dukungan pada Gutierrez setelah menahan malu pada perhelatan Miss Universe.

    MC yang memandu acara salah menyebutkan nama pemenang ajang pemilihan wanita tercantik tersebut. Steve Harvey awalnya menyebut nama Gutierrez sebagai pemenang. Namun setelah mahkota disematkan, Harvey lalu meralat dan menyebut Miss Filipina yang menang.

    "Wah ini, kalau aku jadi Miss Kolombia sudah aku tabok tuh MC. Acara segede ini bisa salah sebut nama negara," tulis salah satu akun.

    "Kasihan, tangis bahagia langsung berubah jadi tangis pilu karena MCnya," tulis akun yang lain.

    "Kasihan banget Miss Kolombia, padahal mahkota sudah dipakainya, semoga ia bisa sabar," tulis salah satu akun.

    Ajang final Miss Universe digelar pada Minggu malam di Planet Hollywood Resort and Casino, Las Vegas, Nevada. Acara tersebut dipandu oleh seorang host sekaligus pelawak kenamaan Steve Harvey. Harvey juga dikenal lewat kuis yang dibawakannya Family Feud.

    RINA ATMASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.