Setahun Serangan Taliban, Pakistan Tutup Seluruh Sekolah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tentara Pakistan berjaga-jaga dijalan setelah dibukanya kembali sekolah setelah penyerangan oleh militan Taliban di Peshawar, 12 Januari 2015. Militan Taliban menewaskan 150 orang setelah menyerang sekolah pada Desember lalu. A Majeed/AFP/Getty Images

    Sejumlah tentara Pakistan berjaga-jaga dijalan setelah dibukanya kembali sekolah setelah penyerangan oleh militan Taliban di Peshawar, 12 Januari 2015. Militan Taliban menewaskan 150 orang setelah menyerang sekolah pada Desember lalu. A Majeed/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Peshawar - Pakistan menutup seluruh sekolah di negeri itu selama sehari untuk memperingati setahun serangan Taliban yang menewaskan lebih dari 150 orang, 144 di antaranya adalah murid sekolah.

    Militan Taliban melakukan serangan mematikan terhadap sebuah sekolah di Peshawar pada 20 Desember 2014. Akibat serangan tersebut 150 orang meninggal. Pemerintah Pakistan menetapkan hari berkabung selama tiga hari.

    Juru bicara pemerintah Pakistan, Mushtaq Ghani, pada Rabu, 16 Desember 2015, mengatakan, penutupan sekolah tersebut sebagai bagian dari hari berkabung satu hari dan "Pencegahan serangan yang dilakukan oleh kelompok militan," ujar Ghani.

    Para pemimpin sipil dan militer Pakistan turut hadir dalam upacara peringatan serangan Taliban di sebelah barat daya Kota Peshawar. Upacara itu itu juga ditandai dengan pemberianmedali terhadap keluarga korban serangan.

    Guna menangkis serangan, Pakistan meningkatkan peperangan melawan kelompok militan Islam, mencabut moratorium hukuman mati, dan menyeret kaum teroris ke pengadilan militer. Taliban dan sekutu militan Islam telah mengobarkan perang melawan negara selama lebih dari satu dekade menyebabkan ratusan orang tewas.

    FOX NEWS | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.