Topan Melor Hantam Filipina, 750 Ribu Warga Diungsikan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mencari sampah di tengah hantaman gelombang akibat Topan Koppu di Manila Bay, Filipina, 18 Oktober 2015. Topan dengan angin berkekuatan 210 kilometer per jam tersebut diperkirakan akan bertahan selama tiga hari. REUTERS/Erik De Castro

    Warga mencari sampah di tengah hantaman gelombang akibat Topan Koppu di Manila Bay, Filipina, 18 Oktober 2015. Topan dengan angin berkekuatan 210 kilometer per jam tersebut diperkirakan akan bertahan selama tiga hari. REUTERS/Erik De Castro

    TEMPO.CO, Manila - Topan Melor menghantam kawasan Filipina tengah, Senin, 14 Desember 2015, sehingga mendorong otoiritas setempat mengevakuasi 750 ribu penduduk di tiga provinsi. Evakuasi ini sekaligus sebagai persiapan menghadapi hujan deras dan terpaan angin kencang.

    Hari ini, 40 penerbangan domestik terpaksa dibatalkan, angkutan feri ditiadakan, dan kegiatan perahu nelayan di pelabuhan utama di Pulau Samar dihentikan, yang menyebabkan sekitar 8.000 orang terpaksa bertahan di pulau tersebut.

    Kantor berita Reuters menulis, "Dua puluh provinsi di Filipina mengeluarkan peringatan waspada kepada masyarakat. Mereka juga menutup sejumlah sekolah dan perkantoran."

    Angin topan yang dikenal oleh warga Filipina dengan sebutan topan Nona itu merupakan badai tropis yang dapat memicu banjir, tanah longsor, serta gelombang laut setinggi 4 meter.

    "Topan Melor tidak akan menghantam kawasan di darat, tapi tetap membahayakan kehidupan dan properti," kata Adam Douty, ahli cuaca, kepada Reuters.

    TIME | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.