Kalah dalam Survei, Trump Ejek Lawannya sebagai Maniak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden AS, Donald Trump berusaha menenangkan seekor burung elang  saat sesi pemotretan dengan Majalah TIME, 10 Desember 2015. Dalam sesi pemotretan ini, kandidat dari Partai Republik itu berpose dengan seekor burung jenis bald eagle (elang botak) yang merupakan lambang negara Amerika Serikat. REUTERS/TIME Magazine

    Calon Presiden AS, Donald Trump berusaha menenangkan seekor burung elang saat sesi pemotretan dengan Majalah TIME, 10 Desember 2015. Dalam sesi pemotretan ini, kandidat dari Partai Republik itu berpose dengan seekor burung jenis bald eagle (elang botak) yang merupakan lambang negara Amerika Serikat. REUTERS/TIME Magazine

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mencecar lawan politiknya, Ted Cruz, setelah tertinggal dalam polling atau pengumpulan suara di Negara Bagian Iowa. Ted memimpin hasil polling dengan 31 persen, sementara Trump tertinggal dengan 21 persen.

    Trump kemudian mencecar dan menganggap dia lebih baik daripada Ted. "Saya menentang invasi ke Irak. Saya ingin menghentikan ISIS lama sebelum orang lain berbicara tentang hal itu. Ini membuktikan saya lebih baik daripada Ted," ucapnya, Minggu, 13 Desember 2015.

    Ia melanjutkan serangannya dengan menyebut Ted sebagai “maniak” atau orang bermasalah. Ia memberi julukan itu karena sebelumnya Ted pernah mengatakan pemimpin Senat Amerika pembohong. "Kau tidak bisa masuk ke dalam Senat dan menyebut semua orang di dalamnya pembohong," ucap Trump.

    Trump pun kembali mencoba meyakinkan publik agar memilihnya karena merasa lebih baik dibanding Cruz. "Saya lebih mampu memimpin, karena saya bersama dengan masyarakat lebih baik daripada yang dilakukannya. Saya memiliki hubungan yang baik dengan semua pihak," tutur Trump.

    Sementara itu, Ted juga melancarkan serangannya terhadap Trump dalam acara penggalangan dana pekan lalu. Ia menganggap Trump dan pasangannya, Ben Carson, tak memiliki cukup kemampuan memimpin Amerika. "Lihat saja Paris, lalu San Bernardino, ini masalah serius. Saya rasa mereka tidak mampu mengatasi hal itu."

    CNN | GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.