FBI Tetapkan Serangan San Bernardino sebagai Aksi Terorisme

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Polisi memeriksa barang bukti yang ditemukan setelah baku tembak dengan pelaku penembakan di San Bernardino, California, 3 December 2015. Polisi menembak mati pasangan suami istri pelaku penembakan di pusat layanan sosial yang menewaskan 14 orang. REUTERS/Mario Anzuoni

    Petugas Polisi memeriksa barang bukti yang ditemukan setelah baku tembak dengan pelaku penembakan di San Bernardino, California, 3 December 2015. Polisi menembak mati pasangan suami istri pelaku penembakan di pusat layanan sosial yang menewaskan 14 orang. REUTERS/Mario Anzuoni

    TEMPO.CO, Los Angeles - Direktur FBI James Comey mengatakan hasil investigasi terbaru pada serangan San Bernardino menyatakan aksi itu dilakukan kelompok radikal. Karena itu, pihaknya menetapkan serangan tersebut sebagai aksi terorisme.

    “Perkembangan investigasi kami menemukan indikasi serangan radikal dari penembak dan berpotensi terkait dengan jaringan teroris internasional,” ujar Comey, Jumat, 4 Desember 2015.

    Salah satu bukti penting yang ditemukan dalam investigasi selama dua hari terakhir adalah posting-an Facebook Tashfeen Malik, 27 tahun, yang disinyalir melakukan serangan bersama sang suami, Syed Rizwan Farook, 28 tahun.

    Tak lama berselang setelah melakukan penembakan, Malik mem-posting sebuah tulisan di Facebook. Posting-an tersebut menyatakan kesetiaannya kepada Abu Bakr al-Baghdadi, salah satu pemimpin ISIS. Posting-an tersebut sebelumnya telah dikonfirmasi kebenarannya oleh pihak Facebook.

    Pihak Facebook mengaku telah mengidentifikasi posting-an tersebut dan telah menghapusnya sehari setelah serangan berlangsung. Menurut manajemen, posting-an tersebut mengandung konten yang melanggar terkait dengan standar keamanan komunitas internasional.

    “Kami menyadarinya. Kami memiliki banyak bukti serta terus berusaha mencari kebenaran, tapi masih terlalu dini untuk berbicara lebih lanjut dan lebih banyak tentang ini,” ujar Comey.

    Serangan yang dilakukan para tersangka tersebut terjadi di Inland Regional Center, 95 kilometer di timur Los Angeles, Rabu, 2 Desember 2015, pukul 11.00 waktu setempat. Para tersangka yang terdiri atas tiga orang menyerbu sebuah ruangan konferensi yang disewa Departemen Kesehatan San Bernardino untuk sebuah pesta.

    Sebanyak 14 orang tewas dan puluhan lain mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut. Adapun Syed dan istrinya tewas saat berusaha melarikan diri setelah dihadang polisi, sementara satu pelaku lain ditangkap dan kini ditahan. Kasus penembakan ini adalah yang paling mematikan yang terjadi di Amerika Serikat sejak pembantaian sekolah Sandy Hook pada 2012.

    WASHINGTON POST | GHOIDA RAHMAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.