Kecanduan Alkohol, Pembalap Ini Rela Dirantai di Loteng  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Zhang Rui (30) bersedia dirantai lehernya untuk menghentikan ketergantungannya pada alkohol di Anhui, Cina. news.163.com

    Zhang Rui (30) bersedia dirantai lehernya untuk menghentikan ketergantungannya pada alkohol di Anhui, Cina. news.163.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria di Beijing sanggup merantai lehernya di loteng dalam usaha untuk menghentikan ketagihannya terhadap alkohol.

    Zhang Rui, 30 tahun, dari Bengbu, Provinsi Anhui, pernah menjadi pembalap profesional. Namun sejak enam bulan lalu, dia mulai kecanduan alkohol.

    Menyadari masa depannya akan hancur jika tidak berusaha untuk berubah, Zhang Rui setuju mengurung dirinya, termasuk merantai lehernya di loteng rumah orang tuanya sehingga ketagihannya itu pulih.

    Keluarganya percaya Rui akan pulih dengan menjalani perawatan semacam itu di loteng seluas 10 meter. Dengan menggunakan rantai sepanjang empat meter, Rui hanya bisa bergerak di sekitar tempat tidurnya.

    Di loteng tersebut, Rui jarang tidur, sebaliknya banyak menghabiskan waktu dengan komputernya. Dia hanya makan sekali sehari.

    Meskipun merasa tersiksa, Rui menerima dengan ikhlas anjuran keluarganya tersebut. Di ruang loteng kecil dan kotor tersebut, Rui memiliki TV, tempat tidur, botol minum, serta ember pengganti toilet.

    Tekanan yang dihadapinya kadang kala menyebabkan dia mencoba menanggalkan gembok yang mengikat rantai di lehernya.

    Sebelum dia mulai minum, Rui adalah orang yang berkarakter lembut. Namun sekarang ketika dia mulai minum, Rui sangat keras dan kasar. Dia sering memukul orang secara brutal.

    Istrinya juga telah meninggalkan dia bersama dengan anak-anaknya setelah mereka menjadi terlalu takut untuk berada di dekatnya. Jadi langkah ekstrem untuk pulih harus diambil dan dijalaninya demi kebaikannya.

    Ibu Rui mengatakan, dia tidak yakin berapa lama anaknya akan tetap dirantai seperti itu.

    "Namun ini satu-satunya cara yang memungkinkan saya mendapatkan kembali anak saya," kata wanita itu, seperti yang dilansir Shanghaiist.

    Ibunya menambahkan, Zhang Rui sekarang sangat sensitif dan sering menangis. Ibunya juga berharap suatu hari nanti dia bisa membuka rantai sehingga dia dapat hidup normal.

    Kisah tentang Rui sangat mengundang perhatian khalayak umum, terutama di Cina, karena jarang terdengar cerita tentang orang yang mencoba untuk menyembuhkan kerabat mereka dari pengaruh alkohol.

    SHANGHAIIST|DAILY MAIL | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.