Hujan Berlian Hebohkan Pejalan Kaki di Hong Kong, Ternyata..  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengumpulkan berlian yang berada di trotoar jalan Hong Kong. shanghaiist.com

    Warga mengumpulkan berlian yang berada di trotoar jalan Hong Kong. shanghaiist.com

    TEMPO.CO, Hong Kong - Warga Hong Kong dikejutkan oleh hujan berlian baru-baru ini. Sejumlah warga mengklaim bahwa butiran berlian secara ajaib telah jatuh dari langit.

    Pada Rabu malam, 25 November 2015, lebih dari 50 pejalan kaki terlihat sedang berebut untuk memungut "berlian" yang secara ajaib telah tersebar di seluruh trotoar di Hong Kong.

    Sekitar pukul 20.40 waktu setempat, benda mengkilap kecil tiba-tiba turun dari langit layaknya hujan ke Jalan Nathan Road di Tsim Sha Tsui, Hong Kong. Melihat itu, tiba-tiba seorang wanita lantas berteriak "berlian" dalam bahasa mandarin dan langsung mengejutkan semua orang.

    Setelah itu, semua orang yang berada di dekatnya, yang mendengar teriakannya, langsung buru-buru berjongkok dengan hidung mereka nyaris menyentuh tanah untuk menemukan berlian ajaib tersebut.

    Seperti yang dilansir Shanghaiist pada Jumat, 27 November 2015, terlihat sekitar 50 orang mencoba untuk ikut bergabung mengais berlian tersebut.

    Ketika beberapa wartawan lokal menghampiri lokasi tersebut, para pemungut berlian ajaib tersebut dengan bangga memamerkan hasil pungutannya. Namun setelah beberapa saat, mereka tampaknya mulai sadar bahwa itu mungkin adalah berlian palsu.

    Polisi mengirimkan beberapa petugas ke tempat kejadian. Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, mereka mengatakan "berlian" tersebut sebenarnya hanyalah potongan-potongan plastik.

    Namun polisi tidak membuat penyelidikan lanjutan mengenai mengapa benda tersebut bisa jatuh dari langit.



    SHANGHAIIST|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.