Demi Muslim, Kuil Setan Rela Pasang Badan, Ini Kisahnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.COJakarta - Sekelompok orang yang menamakan diri The Satanic Temple mengeluhkan perlakuan yang mereka terima saat ditolak oleh khalayak umum, terutama respons positif dari media selama ini. "Kami mendapat ancaman kematian sepanjang waktu," kata Doug Mesner, yang ikut mendirikan Kuil Setan pada 2012, dalam wawancaranya dengan majalah Esquire.

    Namun semua itu berubah pada Rabu pekan lalu, saat kelompok yang memiliki lebih dari 40 ribu anggota yang terdaftar tersebut mendapat pujian dan telah menjadi fokus pemberitaan. Cabang kelompok tersebut di Minneapolis mem-posting pada halaman Facebook-nya dengan tulisan yang cukup mengejutkan.

    "Jika ada siapa pun di daerah Minneapolis yang muslim dan enggan untuk meninggalkan rumah mereka karena takut untuk beberapa jenis reaksi, jangan ragu untuk menjangkau kami. Kami akan senang menemani Anda di mana pun Anda butuhkan," bunyi posting-an itu.

    Pernyataan itu sontak dengan cepat menjadi pemberitaan nasional. Orang berbagi posting-an tersebut dan langsung menjadi viral di media sosial. Ada yang mendukung, ada pula yang membenci. Namun para pengikut kelompok tersebut mengatakan mereka tidak takut dan menganggap orang yang membenci salah paham.

    Seperti dilansir dari Esquire.com pada Sabtu, 21 November 2015, dalam posting-an tersebut juga dicantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi jika ada yang membutuhkan. Dalam pernyataannya, Mesner mengungkapkan bahwa posting-an tersebut dibuat untuk menginspirasi dialog tentang kebebasan beragama.

    Meskipun memiliki nama yang menakutkan, Mesner mengaku bahwa mereka tidak benar-benar menyembah setan. Mereka hanyalah orang-orang yang bebas berekspresi untuk mempercayai apa pun yang mereka mau. Menurut dia, kata “Setan” hanyalah sebuah istilah yang dianggapnya merupakan hak mereka untuk menggunakan.

    Mesner juga menyayangkan peristiwa teror Paris yang dihubungkan dengan agama sehingga menciptakan sikap anti-Islam atau Islamphobia oleh beberapa orang.

    ESQUIRER.COM | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.