Warga Kolombia Minum Air Bercampur Tinja Selama 20 Tahun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Larry Downing

    REUTERS/Larry Downing

    TEMPO.CO, Granizal -Warga di sebuah desa di Kolombia melakukan gugatan class action terhadap pemerintah setempat setelah terungkap bahwa mereka telah mengkonsumsi air minum yang terkontaminasi tinja selama sekitar 20 tahun terakhir.

    Situs berita Independent, 20 November 2015, memberitakan, sekitar 10 ribu warga di Desa Granizal serta 14 ribu di Distrik El Pinar dan Manantiales di pinggiran Kota Bello melakukan upaya hukum atas pencemaran air minum mereka.

    Tes laboratorium oleh universitas setempat menemukan adanya bakteri Escherichia coli (bakteri yang sering ditemukan di usus manusia) dan kotoran manusia dalam pasokan air minum di daerah itu.

    Menurut media Kolombia, penyebabnya adalah perusahaan dan pemerintah daerah gagal menghubungkan Granizal dan dua kabupaten lain dengan saluran air lokal yang menyediakan air bersih.

    Para ilmuwan di Universitas Antioquia mengatakan hasil tes membenarkan mereka telah minum air yang tidak sehat dan aman selama 20 tahun.

    "Mereka mengkonsumsi air yang bercampur dengan kotoran manusia, sehingga polusi yang diderita sangat serius," ucap Leidy Avila, profesor di Universitas Antioquia, kepada radio Caracol.

    Seorang pemimpin masyarakat setempat di El Pinar, Miguel Serrano Rodríguez, menuturkan mereka sebenarnya sudah mengetahui air minum yang dikonsumsi terkontaminasi selama bertahun-tahun. Namun pemerintah menolak mengambil tindakan.

    Dia mengatakan kepada El Tiempo, "Kami tahu air itu tercemar, dan kami telah membuat keluhan. Namun mereka (pemerintah) tidak peduli." Selain itu, beberapa penduduk di kota itu tewas karena mengkonsumsi air yang tercemar tersebut.
     
    INDEPENDENT.CO.UK | MECHOS DE LAROCHA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.