Pria Belanda Ini Cari Keluarganya di Indonesia Lewat Medsos

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sander Metz. facebook.com

    Sander Metz. facebook.com

    TEMPO.COJakarta - Seorang pria Belanda yang mengaku keturunan Indonesia kini tengah mencari keluarganya di Indonesia melalui akun media sosial Facebook dan YouTube.

    Pria yang memiliki nama Sander Metz ini mengaku memiliki nama Indonesia Budi Santoso dan lahir pada 20 Maret 1981. Kini, dia telah berusia 34 tahun.

    Dalam akun Facebook miliknya, Sander mengakui bahwa dia lahir di Ambarawa dan diadopsi oleh keluarganya sekarang sejak 1981 dari Indonesia. Dalam posting-annya, pria tersebut juga mencari keberadaan kakaknya yang bernama Budi Rahayo dan ibunya yang bernama Wanita Warni.

    Di media sosial itu, dia menuliskan: “Halo semua. Nama saya Sander Metz dan nama asli saya Budi Santoso. Saat ini, Sander tinggal di Belanda. Dia diadopsi dari Indonesia pada 1981 (Ambarawa). Saat ini, Sander berusia 34 tahun dan mencari saudaranya. Namanya Budi Rahayo atau Budi Rahayu. Usianya sekitar 36 tahun. Sedangkan ibunya bernama Wanita Warni. 

    "Saudara saya itu kemungkinan tidak mengetahui keberadaan saya. Jika kalian mengetahui sesuatu terkait dengan keluarga saya, mohon untuk menghubungi saya! E-mail saya: info@sandermetz.nl. Saya harap kamu membagikan video saya! Terima kasih semuanya!" tulis Sander.

    Tulisan itu di-posting dalam bahasa Inggris, dan dia mengaku tidak bisa berbahasa Indonesia. Diketahui bahwa Sander tinggal di Kota Ameland, Provinsi Friesland, Belanda.

    Hingga kini, posting-annya di YouTube telah dilihat lebih dari seribu orang dan beberapa orang memberikan komentar.

    Selain poster bertuliskan posting-an di atas, Sander juga mengunggah foto-foto dan dokumen kelahiran serta surat-surat adopsi dirinya.

    YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.