Rusia Hadiahi Rp 691,3 Miliar bagi Penangkap Pelaku Teror

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang berkabung dengan meletakkan sejumlah karangan bunga untuk korban pesawat Metrojet Rusia yang jatuh di Mesir, di luar Bandara Pulkovo di St. Petersburg, Rusia 1 November, 2015. REUTERS

    Sejumlah orang berkabung dengan meletakkan sejumlah karangan bunga untuk korban pesawat Metrojet Rusia yang jatuh di Mesir, di luar Bandara Pulkovo di St. Petersburg, Rusia 1 November, 2015. REUTERS

    TEMPO.CO, Moskow - Pemerintah Rusia  menawarkan hadiah senilai US$ 50 juta (sekitar Rp 691,325 miliar) bagi siapa saja yang memberi informasi soal dalang serangan terhadap pesawat maskapai Kogalymavia, Metrojet, di Semenanjung Sinai, Mesir bulan lalu.

    Kantor berita Rusia, Interfax, melaporkan Badan Keamanan Rusia, FSB menawarkan hadiah senilai US$ 50 juta (sekitar Rp 691,325 miliar) bagi siapa saja yang memberi informasi soal dalang serangan tersebut.

    Tawaran itu disampaikan setelah  Rusia mengakui bahwa pesawatnya memang meledak akibat bom.  Seperti dilansir Reuters, selama ini Rusia menepis penilaian negara-negara Barat bahwa kecelakaan yang menewaskan 224 penumpangnya merupakan insiden teroris. Pesawat nahas itu meledak dalam perjalanan membawa ratusan wisatawan dari kota wisata Sharm el-Sheikh, Mesir, ke St. Petersburg, Rusia.

    Namun, dalam rapat pada Senin malam waktu setempat, Kepala Badan Keamanan Rusia (FSB), Alexander Bortnikov, melaporkan kepada Presiden Vladimir Putin bahwa ceceran bahan peledak asing ditemukan di dalam pesawat dan tas pribadi penumpang. Bom rakitan itu mengandung sedikitnya satu kilogram TNT. "Kami dapat memastikan bahwa ini adalah aksi teroris,” kata Bortnikov, 17 November 2015.

    Putin segera memerintahkan Lavrov untuk meminta bantuan negara-negara lain guna melacak para pelaku. Sedangkan tentara Rusia akan mengintensifkan serangan udara di Suriah. "Militer kami di Suriah tidak hanya diteruskan, tapi akan ditingkatkan sehingga para penjahat itu tahu pembalasan tidak terelakkan," kata dia.

    Serangan itu merupakan musibah penerbangan terburuk yang dialami Rusia dan serangan teroris terburuk sejak penyanderaan Sekolah Dasar Beslan pada 2004.

    GUARDIAN | USA TODAY | TELEGRAPH | NATALIA SANTI

    Baca juga:
    Prancis Vs ISIS: Inilah 5 Kejadian Baru yang Menegangkan!
    Tekan ISIS, Presiden Prancis Kirim Kapal Induk


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.