Rusia Pastikan Metrojet Jatuh di Sinai Akibat Bom  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepatu seorang anak terlihat berada di dekat puing-puing badan pesawat Metrojet dari Rusia yang hancur usai jatuh di Sinai, Mesir, 1 November 2015. Pesawat Airbus A321 yang diterbangkan oleh maskapai Kogalymavia asal Rusia jatuh di semanjung Mesir pada 1 November 2015. REUTERS

    Sepatu seorang anak terlihat berada di dekat puing-puing badan pesawat Metrojet dari Rusia yang hancur usai jatuh di Sinai, Mesir, 1 November 2015. Pesawat Airbus A321 yang diterbangkan oleh maskapai Kogalymavia asal Rusia jatuh di semanjung Mesir pada 1 November 2015. REUTERS

    TEMPO.COMoskow - Pemerintah Rusia akhirnya mengakui bahwa jatuhnya pesawat maskapai Kogalymavia, Metrojet, di Semenanjung Sinai, Mesir, akibat serangan bom.

    Seperti dilansir Reuters, selama ini Rusia menepis penilaian negara-negara Barat bahwa kecelakaan yang menewaskan 224 penumpangnya merupakan insiden teroris.

    Pesawat nahas itu meledak dalam perjalanan membawa ratusan wisatawan dari kota wisata Sharm el-Sheikh, Mesir, ke St. Petersburg, Rusia.

    Namun, dalam rapat pada Senin malam 16 November 2015 waktu setempat, Kepala Badan Keamanan Rusia (FSB), Alexander Bortnikov, melaporkan kepada Presiden Vladimir Putin bahwa ceceran bahan peledak asing ditemukan di dalam pesawat dan tas pribadi penumpang.

    Bom rakitan itu mengandung sedikitnya satu kilogram TNT. "Kami dapat memastikan bahwa ini adalah aksi teroris,” kata Bortnikov, 17 November 2015.

    Putin segera memerintahkan Lavrov untuk meminta bantuan negara-negara lain guna melacak para pelaku. Sedangkan tentara Rusia akan mengintensifkan serangan udara di Suriah.

    "Militer kami di Suriah tidak hanya diteruskan, tapi akan ditingkatkan sehingga para penjahat itu tahu pembalasan tidak terelakkan," kata dia.

    Kantor berita Rusia, Interfax, melaporkan FSB menawarkan hadiah senilai US$ 50 juta (sekitar Rp 691,325 miliar) bagi siapa saja yang memberi informasi soal dalang serangan tersebut.

    Serangan itu merupakan musibah penerbangan terburuk yang dialami Rusia dan serangan teroris terburuk sejak penyanderaan Sekolah Dasar Beslan pada 2004.
    Sementara itu, dua petugas Bandara Sharm el-Sheikh ditahan.

    "Tujuh belas orang diperiksa, dua di antaranya menjadi tersangka yang diduga membantu pelaku penanaman bom di pesawat di Bandara Sharm el-Sheikh," kata salah seorang pejabat Mesir kepada Reuters.

    Rekaman kamera pengawas menunjukkan seorang pembawa bagasi menyerahkan sebuah koper kepada seseorang lainnya yang kemudian masuk ke pesawat melalui landasan pacu.

    GUARDIAN | USA TODAY | TELEGRAPH | NATALIA SANTI

    Baca juga:
    Prancis Vs ISIS: Inilah 5 Kejadian Baru yang Menegangkan!
    Tekan ISIS, Presiden Prancis Kirim Kapal Induk


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.