TERKUAK: Paspor Suriah di Paris Itu Ternyata Milik Tentara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara berjaga di dekat mobil keluarga Haidar Mustafa yang rusak dalam pemboman di Beirut, Lebanon, 13 November 2015. Joey Ayoub menuduh media dan pemimpin dunia lebih memperhatikan teror di Paris dibanding di Lebanon. AP/Bilal Hussein

    Tentara berjaga di dekat mobil keluarga Haidar Mustafa yang rusak dalam pemboman di Beirut, Lebanon, 13 November 2015. Joey Ayoub menuduh media dan pemimpin dunia lebih memperhatikan teror di Paris dibanding di Lebanon. AP/Bilal Hussein

    TEMPO.CO, Jakarta -- Teka-teki siapa sesungguhnya pemilik paspor yang ditemukan dekat jenazah salah seorang pelaku pembom bunuh diri di Stadion Stade de France akhirnya terungkap.

    Seorang penyidik yang menolak disebutkan namanya mengatakan, paspor itu kemungkinan besar milik seorang tentara rezim Suriah yang sudah mati beberapa bulan sebelumnya, kata satu penyidik itu kepada AFP.

    Paspor itu atas nama Ahmad al-Mohammad, lahir pada 10 September 1990 di Idlib, Suriah.

    Para penyidik Prancis mengatakan semua petunjuk mengarah kepada fakta bahwa si pemilik asli paspor itu adalah prajurit yang loyal kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad. Sumber yang meminta namanya tidak disebutkan itu berkata, paspor itu diambil atau dipalsukan dari identitas aslinya.

    SIMAK: TEROR PARIS: Peneror Berkedok Pengungsi, Pakai Paspor Suriah

    Paspor itu didaftarkan di Pulau Leros, Yunani, pada 3 Oktober, dan terlihat lagi di Serbia dan Kroasia beberapa hari kemudian.

    Baik Yunani maupun Serbia berada pada jalur migran Balkan yang dimanfaatkan oleh lebih dari 800 ribu orang yang berjuang keras menghindari perang dan penderitaan tahun ini.

    SIMAK: EKSKLUSIF TEMPO: Penjagaan Paris Ternyata Longgar  

    Paspor ini kemudian ditemukan di dekat jenazah salah seorang dari tiga pembom bunuh diri yang meledakkan diri di luar Stadion Nasional Stade de France di utara Paris Jumat pekan lalu.

    Beberapa kelompok politik kanan ekstrem di seluruh Eropa memanfaatkan penemuan paspor ini sebagai alasan untuk melawan masuknya migran ke Eropa.

    Pemimpin Barisan Nasional Prancis yang anti-imigran Marine Le Pen menyerukan "penghentian segera" datangnya para pengungsi itu ke Eropa.

    AFP | ANTARA

    Baca juga:
    Prancis Vs ISIS: Inilah 5 Kejadian Baru yang Menegangkan!
    Tekan ISIS, Presiden Prancis Kirim Kapal Induk


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.