Saudari Striker Timnas Perancis Hampir Terbunuh Teror Paris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penonton bergegas meninggalkan stadion setelah terjadi ledakan di luar Stadion Stade de France , Paris, 13 November 2015. AP/Christophe Ena

    Penonton bergegas meninggalkan stadion setelah terjadi ledakan di luar Stadion Stade de France , Paris, 13 November 2015. AP/Christophe Ena

    TEMPO.CO, Jakarta - Saudara perempuan penyerang Atletico Madrid dan tim nasional Perancis, Antoine Griezmann, hampir menjadi salah satu dari korban pada serangan teror di Paris, Perancis pada Jumat Malam. Saat kejadian, saudarinya tersebut sedang berada di ruang konser Bataclan, salah satu lokasi teror dengan jumlah korban lebih dari seratus orang.

    Saat itu ia sedang menonton band asal Amerika Serikat, Eagles of Death Metal, bersama para penikmat musik lain. Dilain lokasi, Antoine Griezmann sendidri sedang bermain untuk tim nasional Perancis di stadion Stade de France melawan Jerman.

    Griezmann yang bermain sejak awal pertandingan, sebelum memulai laga sempat mencuit dalam Twitter-nya. "Simpati terbesar untuk korban serangan. Tuhan menjaga saudara perempuanku dan seluruh Perancis," cuitnya dalam akun @AntoGriezmann. Saat menuliskannya, Antoine belum tahu kondisi saudara perempuannya.

    Setelah pertandingan selesai, Antoine yang ditarik keluar pada menit ke 80, mengkonfirmasi kondisi adiknya tiga jam dari twit terakhirnya. "Terima kasih Tuhan, saudariku bisa keluar dari Bataclan. seluruh doaku untuk para korban dan keluarganya," tulisnya.

    Selama pertandingan berlangsung, suara salah satu bom terdengar ke dalam stadion pada menit ke 17, namun laga tetap berlangsung. Joachim Loew, pelatih timnas Jerman mengaku bergetar dan kaget gara-gara serangan itu.

    Serangan di Paris Perancis Jumat malam waktu setempat mengakibatkan lebih dari 100 orang tewas. Serangan terjadi di enam lokasi berbeda dengan menggunakan senjata api dan bom yang dipasang di rompi. Sementara ini, delapan pelaku teror tewas. Tujuh di antaranya tewas oleh bom bunuh diri dan satu tewas ditembak oleh polisi.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.