Delegasi Negara ASEAN Belajar Pengelolaan Situs Majapahit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekitar 50 orang delegasi sepuluh negara dari Komite Kebudayaan dan Informasi ASEAN mengunjungi Museum Majapahit di kawasan cagar budaya nasional Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, 11 Nopember 2015. TEMPO/ISHOMUDDIN

    Sekitar 50 orang delegasi sepuluh negara dari Komite Kebudayaan dan Informasi ASEAN mengunjungi Museum Majapahit di kawasan cagar budaya nasional Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, 11 Nopember 2015. TEMPO/ISHOMUDDIN

    TEMPO.CO, Mojokerto - Sebanyak 50 orang anggota delegasi dari sepuluh negara ASEAN mengunjungi kawasan cagar budaya nasional Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu, 11 November 2015. Mereka yang tergabung dalam Komite Bersama Bidang Kebudayaan dan Informasi ASEAN melihat berbagai jenis peninggalan serta menggali informasi mengenai pengelolaan situs-situs peninggalan Majapahit khususnya di Trowulan.

    “Melalui kegiatan ini, mereka juga bisa belajar bagaimana pemberdayaan masyarakat di sekitar situs,” kata Kepala Subbagian Kerjasama Sub Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Yayuk Sri Budi Rahayu, yang memimpin delegasi.

    Yayuk mengapresiasi program Kampung Majapahit di sejumlah desa yang sudah dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Dia juga mengagumi contoh Rumah Majapahit. "Ini pengalaman berharga bagi negara-negara yang punya situs seperti ini,” katanya.

    Rombongan mengunjungi Museum Majapahit dan sejumlah candi serta Kampung Majapahit di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan. Selama di museum, rombongan dipandu petugas dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan.

    Satu per satu pemandu menjelaskan semua benda purbakala peninggalan Majapahit mulai dari arca, peralatan rumah tangga, dan sebagainya. Bahkan mereka juga diperkenalkan dengan buah Maja yang ada di sekitar kawasan Museum Majapahit.

    Para delegasi mengaku kagum dengan kebudayaan dan teknologi zaman Majapahit. “Sangat unik dan selama saya ke Indonesia baru tahu yang unik seperti ini,” kata delegasi dari Kementerian Informasi Kamboja Has Sam Ath dengan bahasa Inggris yang diterjemahkan.

    Setelah ke Museum Majapahit, rombongan mengunjungi Gapura Bajang Ratu. Di gapura setinggi 16,5 meter dengan arsitektur dan ukiran yang unik itu, rombongan dijelaskan sejarah gapura. Mereka juga menyempatkan berfoto bersama dengan latar gapura.

    Kunjungan ke wilayah bekas pusat kota Kerajaan Majapahit di Trowulan ini merupakan salah satu agenda delegasi yang sedang mengikuti Pertemuan ke-50 Komite Bidang Budaya dan Informasi ASEAN atau The 50th Meeting of ASEAN Committee on Culture and Information (COCI) yang diadakan di Surabaya, 8-12 November 2015.

    ISHOMUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.