Dikenal Sebagai Ed Inseminator, Pria Ini Punya 106 Anak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • .

    .

    TEMPO.COJakarta - Seorang pria yang hobi menghamili para wanita menegaskan bahwa dia hanya menyediakan layanan bagi wanita yang ingin menciptakan sebuah keluarga. 

    Dikenal sebagai Ed Inseminator, pria asli Belanda ini mengklaim telah memiliki 106 anak—hanya dua orang yang ia kenal dan kerap ia jumpai. Ia adalah pendonor sperma yang membantu perempuan berjuang untuk hamil. 

    Ed bisa dibilang memiliki jumlah sperma tiga kali lipat dari rata-rata pria lain. Ia tidak meminta bayaran dari perempuan dan hanya ingin 'menciptakan kehidupan baru' sebagai upahnya. 

    Berbicara dengan Jodie Marsh di film dokumenter TLCJodie Marsh is Making Babies, Ed menjelaskan mengapa perempuan mengantri untuk memperoleh sperma darinya. 

    "Saya pendonor sperma pribadi, dan saya membantu orang-orang yang tidak bisa memiliki anak karena mereka membutuhkan sel sperma dan sedikit keberuntungan." 

    Ed juga mengatakan kepada Marsh bahwa ia lebih suka berhubungan dengan wanita daripada melalui inseminasi buatan. "Dalam pengalaman saya, bekerja secara alami lebih cepat," kata Ed sebagaimana dilansir dari laman Standard Media

    Selama pembuatan film dokumenter itu, Marsh bahkan bertemu dengan pasangan yang telah menggunakan jasa Ed. Marsh juga akhirnya dapat memahami alasan Ed untuk berhubungan dengan beberapa wanita itu tanpa mencari kesenangan. 

    "Sebelum saya bertemu Ed, saya benar-benar berpikir ini hanyalah alasan yang dibuat-buat untuk berhubungan intim dengan wanita. Namun, saya akhirnya bisa melihat alasan Ed mengapa berhubungan itu jauh lebih baik." 

    STANDARD MEDIA | MECHOS DE LAROCHA

    Baca juga:
    Heboh, Bercinta dengan Robot Seksi, Hingga Menikahi Boneka Seks
    Hilang 1 Tahun di Laut: Alvarenga Minum Urin, Berteman Mayat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.