Kemenlu Bantah Ada 18 WNI Tertangkap di Suriah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personil tentara Suriah menembakkan senjata mesinnya saat melakukan penyerangan di provinsi Latakia, dekat dari perbatasan dengan Turki di Suriah, 10 Oktober 2015. Didukung oleh serangan udara Rusia, tentara Suriah telah melancarkan serangan di wilayah tengah dan barat laut.(Alexander Kots/Komsomolskaya Pravda via AP)

    Personil tentara Suriah menembakkan senjata mesinnya saat melakukan penyerangan di provinsi Latakia, dekat dari perbatasan dengan Turki di Suriah, 10 Oktober 2015. Didukung oleh serangan udara Rusia, tentara Suriah telah melancarkan serangan di wilayah tengah dan barat laut.(Alexander Kots/Komsomolskaya Pravda via AP)

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha C Nasir membantah kabar ada penangkapan atas 18 warga negara Indonesia oleh otoritas keamanan Turki di perbatasan Suriah-Turki. "Kami sudah tanya ke KBRI Ankara dan pihak otoritas Turki, dan (mereka mengatakan--) sekelompok 18 orang itu tidak ada, tidak bisa dikonfirmasi otoritas Turki," kata Arrmanatha di Kantor Kementerian Luar Negeri, di Jakarta 5 November 2015.

    Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri, sampai Oktober tahun ini telah ada 119 WNI yang dideportasi dari Turki. Menurut Arrmanatha, memang sempat ada 9 orang yang tertangkap dan dideportasi, disusul kemudian 7 orang lagi.

    "Tetapi soal isu bakal ada sekelompok orang masuk dan ditangkap sekaligus, itu tidak ada," katanya. "Mungkin saja 18 itu masuk bagian dari 119 ini," kata Arrmanatha lagi.

    Dia mengatakan bahwa bahwa Indonesia dan Turki memiliki hubungan bebas visa. Hal ini, kata dia, membuat banyak WNI dengan mudah datang ke Turki dan menyelundupkan diri ke Suriah. "Selama ini, WNI tidak melapor ke kemlu sehingga KBRI di sana pun sulit mengetahui persisnya jumlah WNI yang ke sana," kata dia.

    Arrmanatha  juga mengatakan bahwa Turki secara langsung berbatasan dengan Suriah. Perbatasan Turki-Suriah, kata dia, ditutup untuk semua warga negara asing. "Untuk WNI, mereka ditangkap otoritas keamanan karena mau ke Suriah," katanya.

    Kenapa Kementerian Luar Negeri tidak menyampaikan dan terkesan menutup ini ke media? Tata mengatakan bahwa secara sederhana, berkaca pada penangkapan 16 WNI di perbatasan Suriah-Turki pada Februari lalu, pemberitaan membuat WNI ini tidak diterima masyarakat setelah dikembalikan.

    "Saat itu, diblowup sedemikian rupa oleh media, ketika mereka dikembalikan ke masyarakat, masyarakat sendiri yang tidak bisa menerima," kata dia.

    "Jangan sampai setelah diperiksa, dab dinyatakan clear, ternyata masyarakat sendiri yang tidak bisa menerima," katanya.

    Ia menjelaskan bahwa pelanggaran yang terjadi di Turki adalah murni pelanggaran imigrasi. "Perbatasan di sana memang ditutup," katanya.  

    ARKHELAUS WISNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.