Ponselnya Disita Suami, Istri Lakukan Hal Tragis Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sxc.hu

    Sxc.hu

    TEMPO.CO, New Delhi - Seorang wanita menjadi frustrasi setelah suaminya menyita telepon seluler pintarnya. Wanita 20 tahun dari India tersebut baru menikah dengan suaminya empat bulan lalu. Keduanya dijodohkan. Awalnya, pasangan tersebut tampak bahagia.

    Lama-kelamaan, si suami sering mengeluh bahwa istrinya, yang diketahui bernama Aparna dari Kerala, terlalu banyak menghabiskan waktu dengan jejaring media sosial semacam Facebook dan layanan komunikasi WhatsApp. Suaminya yang cemburu memutuskan menyita ponsel pintar istrinya.

    BACA JUGA
    Ribut Sampah, Ahok Balik Gertak Yusril: Ngotot, Kami Ladeni!
    Heboh Suap Obat, Dokter Teddy: Duit buat Apotek Mertua

    Sang suami menggantinya dengan ponsel sederhana yang tidak bisa dipakai untuk mengakses Internet serta hanya dapat digunakan untuk mengirim pesan teks dan membuat panggilan. Si suami, yang bekerja sebagai sopir truk, sering pergi selama beberapa hari meninggalkan istri barunya dalam kesepian sejak menikah.

    Seperti dilansir Naija Rolls pada 2 November 2015, sebagai aksi protes terhadap penyitaan tersebut, Aparna mengunci diri di dalam kamar tidurnya. Beberapa jam kemudian, sang suami dan teman-temannya menemukan Aparna telah bunuh diri dengan cara menggantung diri di kamar tidurnya.

    Suami Aparna yang syok atas aksi istrinya kemudian menjadi stres dan mencoba melompat dari balkon rumah mereka setelah menemukan istrinya telah bunuh diri karena telepon seluler yang disitanya. Teman-temannya kemudian memegangi dan mencegah pria malang itu melompat dari balkon.

    NAIJA ROLLS | YON DEMA


    BERITA MENARIK
    Salma, Si Mahasiswi, Ditindih oleh Hantu: Begini Kisahnya
    Bocah Gantung Diri, Kisah Nangka Kesukaan & Sepatu Baru Itu



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.