Misionaris Berbusana Pengungsi Suriah Bikin Geram Netizen

Reporter

Editor

Bobby Chandra

Seorang pengungsi asal Suriah berdoa usai melaksanakan salat Idul Adha di depan stadion gulat di Edirne, Turki, 24 September 2015. REUTERS/Yagiz Karahan

TEMPO.CO, Cape Town - Selera buruk dan kostum Halloween telah lama berhubungan satu sama lain. Orang-orang, tanpa banyak pertimbangan, biasanya akan mengenakan pakaian layaknya selebritas yang baru meninggal atau tampil dengan karikatur bernada rasis.

Dan tahun ini, seorang misionaris Amerika di Afrika Selatan tampil dengan kostum yang dianggap sangat kontroversial. Ia berdandan sebagai pengungsi Suriah sehingga menyebabkan kemarahan besar di Twitter.

Laman Metro.co.uk, Senin, 2 November 2015, melaporkan misionaris Abigail Dapron tampil dengan jilbab dan boneka bayi plastik dalam gendongannya. Dia saat ini bekerja dalam misi di Cape Barat, Afrika Selatan.

Misionaris dari St. Louis, Missouri, Amerika Serikat itu memposting gambar di Instagram dengan beberapa tagar yang menunjukkan dukungan terhadap imigran, seperti #hijabmaster #weloveourrefugeefriends #jesuslovestherefugees #jesuswasarefugee.

Namun, aksinya tersebut mendapat tanggapan negatif dari para pengguna Twitter. Pengguna dengan nama Nissy menulis: "Saya menolak berbagi gambar tapi berdandan sebagai pengungsi Suriah untuk Halloween itu lebih dari bodoh. Ini menjijikkan, tidak sensitif, dan hanya orang bodoh yang akan merasa lucu."

Komentar lain yang tak kalah emosional juga muncul dari netizen. "Sosiopat tidak mengerti ketika ada sesuatu yang tidak lucu karena otak mereka tidak dapat membuat perbedaan #abigaildapron #Halloween," kata seorang lain bernama cy12.

METRO.CO.UK | MECHOS DE LAROCHA

BACA JUGA
Ribut Sampah, Ahok Balik Gertak Yusril: Ngotot, Kami Ladeni!
Heboh Suap Obat, Dokter Teddy: Duit buat Apotek Mertua






Media Tuai Kecaman karena Tulis Peran Positif Ratu Elizabeth II di Afrika

19 hari lalu

Media Tuai Kecaman karena Tulis Peran Positif Ratu Elizabeth II di Afrika

Netizen mengungkapkan kekesalan mereka atas tulisan positif media terkait Ratu Elizabeth II sebagai penjajah di sejumlah negara Afrika.


Bangunan Runtuh di Nigeria, 2 Tewas dan 4 Masih Terkurung

24 hari lalu

Bangunan Runtuh di Nigeria, 2 Tewas dan 4 Masih Terkurung

Dua orang tewas setelah sebuah gedung tujuh lantai yang sedang dibangun runtuh di ibukota Nigeria Lagos pada Minggu dini hari


Jepang Bantu Afrika Rp445 Triliun, PM Kishida Singgung Invasi Rusia ke Ukraina

31 hari lalu

Jepang Bantu Afrika Rp445 Triliun, PM Kishida Singgung Invasi Rusia ke Ukraina

Jepang menjanjikan bantuan $30 miliar atau Rp445 triliun untuk pembangunan di Afrika sebagai tekat ingin bekerja lebih erat dengan benua itu


Berbagai Fakta tentang Eswatini, Negara Kecil di Afrika

34 hari lalu

Berbagai Fakta tentang Eswatini, Negara Kecil di Afrika

Bentang alam Eswatini memiliki beragam flora dan fauna. Sekitar 132 spesies mamalia telah tercatat di negara ini


Di mana Negara Eswatini yang Rajanya Bertemu Jokowi

34 hari lalu

Di mana Negara Eswatini yang Rajanya Bertemu Jokowi

Eswatini negara yang sebelumnya dikenal sebagai Kerajaan Swaziland


Teroris Al-Shabab Serbu Hotel di Somalia, 8 Warga Sipil Tewas Ditembak

39 hari lalu

Teroris Al-Shabab Serbu Hotel di Somalia, 8 Warga Sipil Tewas Ditembak

Sebanyak delapan warga sipil tewas akibat serangan teroris ke sebuah hotel populer di Mogadishu, Somalia.


Wabah Baru Cacar Monyet, Dokter Ini Pernah Diminta Diam

53 hari lalu

Wabah Baru Cacar Monyet, Dokter Ini Pernah Diminta Diam

Pelacakan awal mula wabah cacar monyet yang terjadi saat ini sampai ke kasus di Nigeria pada 2017.


Mengenal Burkina Faso, Negara di Afrika yang Pernah Dipegang Pemimpin Kiri

54 hari lalu

Mengenal Burkina Faso, Negara di Afrika yang Pernah Dipegang Pemimpin Kiri

Burkina Faso, yang sebelumnya bernama Republik Ulta Volta, pernah dipimpin Thomas Sankara, yang dijuluki sebagai "Che Guevara dari Afrika".


Pertama di Luar Afrika, Spanyol dan Brasil Laporkan Kematian akibat Cacar Monyet

30 Juli 2022

Pertama di Luar Afrika, Spanyol dan Brasil Laporkan Kematian akibat Cacar Monyet

Spanyol dan Brasil melaporkan kematian pertama terkait cacar monyet, pertama di Eropa dan Amerika dan di luar Afrika dalam wabah saat ini


Eks Dirut Persija Puji JIS, Dulu Klub Eropa Tertarik Bertanding ke Turki, Kini Geser ke Indonesia

25 Juli 2022

Eks Dirut Persija Puji JIS, Dulu Klub Eropa Tertarik Bertanding ke Turki, Kini Geser ke Indonesia

Chairman Pancoran Soccer Field, Gede Widiade, menyatakan saat ini banyak event yang menanti untuk diselenggarakan JIS.