Jelang Pertemuan dengan Pemimpin Cina, Warga Taiwan Protes

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Ma Ying-jeou memberikan pidato saat perayaan Hari Nasional ke-104 di Taipei, Taiwan, 10 Oktober 2015. Presiden Ma Ying-jeou memperingatkan penggantinya untuk terus menjalin dialog dengan Beijing guna mengakhiri konflik. AP/Wally Santana

    Presiden Ma Ying-jeou memberikan pidato saat perayaan Hari Nasional ke-104 di Taipei, Taiwan, 10 Oktober 2015. Presiden Ma Ying-jeou memperingatkan penggantinya untuk terus menjalin dialog dengan Beijing guna mengakhiri konflik. AP/Wally Santana

    TEMPO.CO, Taipei - Para demonstran berkumpul di luar gedung parlemen Taiwan untuk menyampaikan protes menentang pertemuan bersejarah yang direncanakan antara pemimpin Taiwan dan Cina, pada Rabu, 4 November 2015.

    Presiden Taiwan, Ma Ying-Jeou, akan bertemu dengan Presiden Cina, Xi Jinping, di Singapura pada Sabtu, 7 November 2015. Bila pertemuan itu benar-benar terjadi, maka peristiwa itu merupakan pertama kali terjadi antara kedua pemimpin bangsa berseteru sejak berakhirnya perang saudara pada 1949.

    Unjuk rasa yang berlangsung pada Rabu, 4 November 2015, itu dipimpin oleh calon anggota legislatif Huang Kuo-chang, dari kelompok Gerakan Bunga Matahari, yang pada 2014 menentang rencana kesepakatan dagang dengan Cina.

    Menurut Presiden Ma, para demonstran khawatir mengenai tumbuhnya pengaruh Beijing terhadap negara kepulauan ini.

    "Gerakan Beijing tidak hanya akan berdampak pada pemilihan presiden yang akan digelar pada Januari 2016, tetapi hal itu juga menembak mati demokrasi Taiwan," kata Yung-ming Hsu, seorang demonstran yang juga pengamat politik di Universitas Soochow, Taipei, kepada wartawan di luar gedung parlemen.

    Pemimpin oposisi Taiwan, Tsai Ing-wen, pada Rabu, 4 November 2015, menyatakan, dia merasa terkejut mendengar seputar pembicaraan di Singapura, Sabtu, 7 November 2015. "Sebuah pertemuan pemimpin dua negara yang dibatasi oleh teluk adalah sebuah peristiwa besar melibatkan martabat dan kepentingan bangsa Taiwan," ujarnya kepada wartawan.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.