Sudah Mendiang, Michael Jackson Masih Untung Rp 1,5 Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Michael Jackson menjadi penyanyi yang mampu mengumpulkan  8 piala Grammy sekaligus dalam satu event. Urbanbellemag.com

    Michael Jackson menjadi penyanyi yang mampu mengumpulkan 8 piala Grammy sekaligus dalam satu event. Urbanbellemag.com

    TEMPO.CO, Los Angeles - Mendiang Michael Jackson meraih pendapatan 75 juta pound sterling atau setara Rp 1,5 triliun tahun ini. Keuntungan itu diperoleh dari berbagai royalti lagu-lagunya. Almarhum merupakan penyanyi top dunia yang paling tinggi pendapatannya di kalangan selebritas yang sudah meninggal.

    Sepanjang kariernya selama lebih dari 30 tahun sebagai penghibur solo, Raja Pop itu memperoleh mendapatan 719 juta pound sterling atau sedkitar Rp 15 triliun.

    Seperti yang dilansir Forbes pada 27 Oktober 2015, berdasarkan pada pendapatan tahunan terbaru itu menempatkannya pada tangga teratas dalam deretan pendapatan selebritas yang sudah tiada.

    Tempat kedua ialah mendiang Elvis Presley yang memperoleh 36 juta pound sterling (Rp 750 miliar), pelukis kartun Peanuts Charles Shulz di tempat ketiga dengan 26 juta pound sterling (Rp 541 miliar) sementara tempat keempat dengan pendapatan 14 juta pound sterling (Rp 291 miliar) dikuasai oleh Bob Marley. Elizabeth Taylor menduduki tempat kelima dengan 13 juta pound sterling (Rp 270 miliar).

    Jackson memperoleh pendapatan melebihi 65 juta pound sterling setiap tahun sejak kematiannya pada 2009, yang artinya dia bukan saja mengalahkan semua selebriti yang telah tiada, tetapi juga sebagian pemusik solo terkenal yang masih hidup.

    Ketika meninggal, Michael Jackson dilaporkan berhutang 392 juta pound sterling karena boros dan bayaran bunga pinjaman bank. Michael Jackson ditemukan tak bernyawa di kediamannya di Los Angeles pada 25 Juni 2009, diyakini  karena serangan jantung.

    FORBES|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.