Perang Suriah, Iran Tingkatkan Bantuan untuk Assad

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang penduduk berlari menjauh dari kobaran api, akibat serangan udara yang dilakukan oleh pemerintah Suriah. Hingga detik ini perang saudara antara pemerintah Suriah dan militan pemberontak terus terjadi, dan belum menemukan titik perdamaian. Damaskus, Suriah, 12 Agustus 2015. Mohammed Badra/Getty Images

    Dua orang penduduk berlari menjauh dari kobaran api, akibat serangan udara yang dilakukan oleh pemerintah Suriah. Hingga detik ini perang saudara antara pemerintah Suriah dan militan pemberontak terus terjadi, dan belum menemukan titik perdamaian. Damaskus, Suriah, 12 Agustus 2015. Mohammed Badra/Getty Images

    TEMPO.CO, Teheran - Iran sedang meningkatkan kehadiran pasukan militernya di Suriah guna membantu pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. Hal tersebut disampaikan Brigadir Jenderal Hossein Salami, Wakil Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam, di televisi Iran, Senin, 26 Oktober 2015.

    "Iran sedang meningkatkan kwalitas dan jumlah pasukannya di Suriah," ucap Brigjen Salami kepada media Iran. "Tugas mereka adalah memberikan arahan atau nasehat untuk membantu angkatan bersenjata loyalis Presiden Assad."

    Dia mengatakan, pejabat Iran memberikan bantuan taktik untuk para komandan batalion Suriah dalam pertempuran langsung. Menurut laporan Tasnim, Iran juga memberikan bantuan senjata dan persenjataan, bantuan operasional, serta strategi perencanaan.

    Dalam pidato di televisi, Salami menerangkan bahwa jumlah warga Iran yang tewas di Suriah meningkat.

    Pada awak Oktober 2015, Iran mengumumkan bahwa jenderal di tingkat atas Iran, Hossein Hamedani dari Pengawal Revolusi, tewas dibunuh oleh militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di dekat Aleppo. Baru-baru ini, tulis kantor berita Fars, dua komandan Pengawal Revolusi serta seorang pengawal bekas Presiden Mahmoud Ahmadinejad, juga tewas.

    Soerang pejabat Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat memperkirakan sejak 2013, Iran telah kehilangan delapan komandan senior di Suriah, termasuk sedikitnya enam jenderal.

    "Mengganti komandan itu tidak mudah," kata pejabat kontraterorisme AS yang tak bersedia disebutkan namanya. "Iran perlu hati-hati memperhitungkan keterlibatannya lebih mendalam dalam konflik Suriah."

    Salami tidak menyebutkan berapa banyak warga iran sekarang ini berada di Suriah, teteapi seorang komandan tinggi AS pada Selasa, 27 Oktober 2015, mengatakan setidaknya seorang jenderal Iran berada di Suriah, seperti dilakukan di Irak.

    "Saya rasa lebih dari 1.000 warga Iran berada di Irak," kata Jenderal Joseph Dunford, Kepala Staf Gabungan AS. "Di Suriah, kami rasa jumlahnya tak kurang dari 2.000 orang," ucapnya.

    CNN | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.